Ntvnews.id, Jakarta - Dokumen-dokumen yang baru dibuka Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam kasus Jeffrey Epstein kembali menyingkap cara sang pelaku kejahatan seksual membangun relasi dengan kalangan elite. Dari jutaan halaman arsip, ratusan di antaranya memuat rujukan pada merek-merek barang mewah, petunjuk bahwa hadiah menjadi alat penting dalam jejaring sosial Epstein.
Seperti dilaporkan The New York Times, daftar hadiah itu mencakup sweater kasmir ukuran XXL untuk pakar linguistik Noam Chomsky, tas Goyard bagi eksekutif agensi film Peggy Siegal, hingga jam tangan Rolex untuk penerima yang identitasnya disamarkan. Pilihan tersebut mencerminkan selera Epstein sekaligus pemahamannya atas simbol status di lingkaran kelas atas.
Email-email yang terungkap memperlihatkan perhatian Epstein pada detail gaya. Pada Agustus 2017, ia memerintahkan pembelian tas tangan Prada untuk Masha Drokova, kepala humasnya saat itu. Ia menyetujui tas tote hitam senilai US$ 1.790 dengan satu kata singkat "sempurna," sebelum barang tersebut dikirim keesokan harinya.
Setahun kemudian, rangkaian email lain membahas hadiah ulang tahun untuk sutradara Woody Allen: 31 celana boxer dan 31 kemeja katun Sea Island dari Zimmerli, merek pakaian dalam mewah asal Swiss. Total nilainya hampir US$ 10.000.
Baca Juga: Kisah Pedagang Es Melawan Gagal Ginjal, Tak Bisa Cuci Darah Gegara BPJS PBI Nonaktif
Tidak semua hadiah bernilai fantastis, tetapi tetap sarat makna sosial. Pada Juni 2016, Epstein yang meninggal karena bunuh diri di tahanan federal pada 2019, memesan sweatshirt buatan khusus untuk sejumlah nama, termasuk Valeria Chomsky, serta sosok yang disebut sebagai “Thiel” dan “Ruemmler,” yang diduga merujuk pada Peter Thiel dan Kathryn Ruemmler dari Goldman Sachs.
Pada Maret 2018, Epstein juga memesan empat sweatshirt ritsleting ukuran XL untuk Stephen K. Bannon, mantan penasihat politik Presiden Donald Trump. Meski tidak selalu jelas apakah semua hadiah benar-benar diterima, beberapa balasan email menunjukkan respons para penerima.
"Baru sampai rumah dari makan malam dan ada tas Prada cantik!!!" tulis Faith Kates, salah satu pendiri agensi model Next.
Penulis Michael Wolff mengucapkan terima kasih atas sepatu yang diterimanya. Sementara Kathryn Ruemmler menulis bahwa ia mengenakan "full aksesori dari Uncle Jeffrey hari ini: boots, tas, dan jam tangan."
Soon-Yi Previn, istri Woody Allen, juga berterima kasih atas sweatshirt kiriman Epstein, namun meminta agar hadiah berikut tidak diberi monogram atau inisial agar bisa diberikan kembali tanpa menimbulkan kecurigaan.
Baca Juga: VIDEO: Banjir Bikin Jembatan di Kolaka Utara Ambruk
Di kalangan elite, ucapan terima kasih merupakan etiket dasar. Namun dalam konteks korespondensi ini, seperti dicatat The New York Times, pesan-pesan tersebut juga mencerminkan relasi sosial dan kedekatan yang terpelihara bahkan ketika Epstein telah tercatat sebagai pelaku kejahatan seksual sejak awal 2010-an.
Dokumen tersebut turut menggambarkan preferensi gaya Epstein yang condong pada quiet luxury, kasmir halus, sweatshirt lembut, loafers tanpa tali, serta merek-merek seperti Loro Piana. Gaya ini identik dengan selera kelas atas “old money” di kawasan Upper East Side, New York, atau distrik elite Paris.
Pada musim liburan 2018, Epstein membeli Apple Watch di New York dan Paris sebagai hadiah. Banyak penerima memilih versi dengan strap Hermès, simbol kemewahan yang tetap understated.
Dalam beberapa email, Epstein bahkan memberi komentar langsung soal gaya berpakaian. Pada Januari 2018, ia menulis kepada Stephen Bannon bahwa "kemeja putih terlihat lebih bagus darimu daripada biru," yang dibalas santai oleh Bannon.
Sebaliknya, Epstein juga blak-blakan mengkritik selera yang tidak ia sukai. Dalam email tahun 2009, ia menegur seorang penerima anonim karena menghadiri jamuan makan malam dengan "kaus oblong menjijikkan dan jeans."
Arsip tersebut juga mencatat janji rutin sejumlah perempuan di salon rambut mewah Frederic Fekkai di Upper East Side, hingga harus diatur ulang karena dianggap terlalu sering menambah gambaran tentang bagaimana kemewahan menjadi bahasa sehari-hari dalam lingkaran sosial Epstein.
berkas-berkas Epstein. (BBC)