Tak Hanya Manusia, Unta di Arab Saudi Punya Paspor

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 09:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi menerapkan kebijakan yang tidak biasa dengan memberlakukan paspor bagi unta.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengelolaan dan pengembangan industri peternakan unta di negara tersebut, sejalan dengan program besar Visi Saudi 2030 yang menitikberatkan pada modernisasi dan digitalisasi berbagai sektor.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Arab Saudi, Mansour Almushaiti, mengumumkan peluncuran paspor unta yang akan diberlakukan pada jutaan unta di seluruh wilayah kerajaan. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menata sektor unta, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat reputasi industri tersebut di tingkat nasional dan global.

"Ini merupakan bagian dari upaya kementerian, melalui Program Pengembangan Peternakan dan Perikanan Nasional, untuk memperkenalkan perangkat digital dan regulasi terpadu guna mendukung keberlanjutan sektor ini," kata Almushaiti dikutip dari BBC, Senin, 9 Februari 2026.

Dalam unggahan akun resmi kementerian di platform X pada Selasa, 3 Februari 2026, ditampilkan paspor berwarna hijau yang memuat lambang negara dan ilustrasi unta berwarna emas. Otoritas setempat mencatat bahwa pada 2024 populasi unta di Arab Saudi diperkirakan mencapai sekitar 2,2 juta ekor.

Baca Juga: Arab Saudi Ingatkan Iran Bisa Kian Kuat Jika Ancaman Trump Tak Direalisasikan

Paspor unta akan berfungsi sebagai identitas resmi yang menghubungkan setiap hewan dengan data kesehatan dan kepatuhan terhadap regulasi. Almushaiti menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mencatat informasi mengenai unta, kepemilikan, serta ras guna meningkatkan kualitas layanan, keandalan transaksi, serta respons layanan veteriner dan pengawasan.

Dokumen tersebut akan memuat informasi lengkap, seperti nomor microchip, nomor paspor, nama, tanggal lahir, ras, jenis kelamin, warna, tempat lahir, serta otoritas penerbit. Selain itu, foto unta dari sisi kanan dan kiri juga akan disertakan untuk memastikan identifikasi yang akurat.

Salah satu fitur penting dari paspor ini adalah pencatatan vaksinasi secara detail. Dengan adanya rekam kesehatan yang terdokumentasi, pemerintah dapat memantau potensi penyakit menular dan mengambil langkah cepat jika diperlukan.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan. ANTARA/Xinhua/Mohammad Abu Ghosh/aa. <b>(Antara)</b> Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan. ANTARA/Xinhua/Mohammad Abu Ghosh/aa. (Antara)

Lebih lanjut, paspor ini diharapkan dapat menata pasar unta, melindungi hak pemilik, serta meningkatkan transparansi dan kepercayaan dalam industri peternakan. Kementerian menilai proyek ini memiliki peran strategis dalam pengelolaan ternak nasional.

"Dengan menciptakan basis data unta yang akurat berdasarkan jenis kelamin, umur, ras, dan warna, sistem ini akan mendukung rencana nasional untuk mengatur sumber daya ternak di seluruh wilayah kerajaan," bunyi pernyataan kementerian tersebut.

Baca Juga: Kemlu dan KJRI Jeddah Pulangkan 96 WNI dari Arab Saudi

Kebijakan ini juga diyakini mampu meningkatkan produktivitas melalui efisiensi pembiakan, analisis genetik, serta dukungan program seleksi untuk meningkatkan kualitas unta lokal.

Sebagai catatan, unta memiliki nilai budaya dan ekonomi yang sangat tinggi di Arab Saudi. Selain menjadi bagian dari sejarah panjang masyarakat Semenanjung Arab, hewan ini juga sering menjadi pusat perhatian dalam festival serta kontes kecantikan tahunan yang menarik minat besar publik.

x|close