Ntvnews.id, Riyadh - Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman yang kini berusia 90 tahun, dilaporkan telah meninggalkan rumah sakit di Riyadh pada Jumat, 16 Januari 2026 waktu setempat. Pihak Istana Kerajaan Saudi menyampaikan bahwa Raja Salman sebelumnya menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dengan hasil yang dinilai positif.
"Raja Salman meninggalkan Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal di Riyadh pada hari ini (Jumat - 16/1) setelah menjalani sejumlah pemeriksaan medis yang hasilnya meyakinkan," demikian pernyataan Istana Kerajaan Saudi melalui media pemerintah, sebagaimana dikutip AFP, Senin, 19 Januari 2026.
Sebelumnya, media pemerintah Arab Saudi melaporkan bahwa Raja Salman sempat dirawat di rumah sakit pada hari yang sama, Jumat, 16 Januari 2026 waktu setempat.
Arab Saudi, sebagai negara pengekspor minyak mentah terbesar di dunia, selama ini berupaya menepis berbagai spekulasi publik terkait kondisi kesehatan Raja Salman.
Raja Salman memerintah Kerajaan Arab Saudi sejak 2015. Namun, sejak 2017, putranya Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) ditunjuk sebagai Putra Mahkota dan menjalankan peran sebagai pemimpin de facto pemerintahan.
Informasi mengenai kondisi kesehatan Raja Salman jarang diungkap ke publik. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir, ia tercatat beberapa kali menjalani perawatan dan pemeriksaan medis di rumah sakit.
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi. ANTARA/Xinhua/aa. (Antara)
Pada 2024, Istana Kerajaan Saudi sempat mengumumkan bahwa Raja Salman mengalami infeksi paru-paru, yang kemudian dinyatakan telah sembuh.
Sebelumnya, pada Mei 2022, Raja Salman juga dirawat di rumah sakit untuk menjalani prosedur kolonoskopi dan menjalani pemeriksaan lanjutan selama lebih dari sepekan, sekaligus untuk "istirahat sejenak", sebagaimana dilaporkan Saudi Press Agency (SPA) kala itu.
Baca Juga: Menag: Kurma dari Raja Salman Disalurkan ke Ormas Islam dan Masjid
Pada Maret 2022, Raja Salman kembali dirawat untuk menjalani apa yang disebut media pemerintah Saudi sebagai "tes medis yang berhasil", termasuk penggantian baterai alat pacu jantungnya.
Sementara itu, pada 2020, Raja Salman diketahui menjalani operasi pengangkatan kantong empedu.
Raja Salman (Istimewa)