Korban Tewas Banjir Bandang di Sitaro Sulut Jadi 16 Orang dan Tiga Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 17:30
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Banjir bandang melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin dini hari. ANTARA/Stenly Gaghunting Banjir bandang melanda sejumlah permukiman di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, Senin dini hari. ANTARA/Stenly Gaghunting (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, terus bertambah. Hingga Selasa, total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang. Di tengah upaya penanganan darurat, proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih berlangsung.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga hari ini masih ada warga yang dinyatakan hilang. Tim gabungan masih menyisir sejumlah titik untuk menemukan korban yang diduga terseret arus banjir.

“Selain korban meninggal, hingga Selasa (6/1) pukul 14.00 WIB, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata pria yang kerap disapa Aam, Selasa (6/1/2026).

Dari total korban meninggal, sebagian telah berhasil diidentifikasi. Di sisi lain, puluhan warga lainnya mengalami luka-luka akibat terjangan banjir bandang yang datang secara tiba-tiba. Mereka mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat, sementara korban dengan kondisi lebih serius dirujuk ke rumah sakit di Manado.

Baca Juga: Ngeri! Banjir Bandang Terjang Sejumlah Permukiman di Pulau Siau Sulawesi Utara

Aam menjelaskan, berdasarkan pendataan sementara, lima korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Selain itu, 22 orang mengalami luka dan dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang harus mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.

“Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui,” ujarnya.

Banjir bandang ini berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat di wilayah terdampak. Empat kecamatan mengalami dampak signifikan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Sebaran wilayah terdampak meliputi dua kelurahan dan enam desa, yang sebagian besar warganya kini harus meninggalkan rumah demi keselamatan.

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, bencana ini juga menyebabkan kerusakan pada permukiman dan infrastruktur pendukung kehidupan warga. Sejumlah rumah hanyut dan rusak akibat derasnya aliran air bercampur material.

Baca Juga: Banjir Bandang di Pulau Siau Sulut Tewaskan 6 Warga

“Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” ungkapnya.

Dalam situasi darurat ini, upaya penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak terus dilakukan. BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan korban, baik yang masih hilang maupun warga yang telah mengungsi.

“Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi,” katanya.

HIGHLIGHT

x|close