Kuba Berkabung Usai 32 Warganya Tewas di Venezuela Akibat Serangan Militer AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 16:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa. Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Havana - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari atas tewasnya 32 warga negara Kuba dalam serangan militer Amerika Serikat di Venezuela.

Pengumuman tersebut disampaikan Diaz-Canel pada Minggu, 4 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa puluhan warga Kuba itu berada di Venezuela atas permintaan otoritas setempat dan tengah menjalankan misi yang berkaitan dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba serta Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Diaz-Canel menyebut para korban gugur saat menghadapi serangan tersebut, baik dalam pertempuran langsung maupun akibat pengeboman yang terjadi selama operasi militer.

Baca Juga: Korban Tewas Operasi Militer AS di Venezuela Bertambah Jadi 80 Orang

Menurut dia, pengorbanan para korban mencerminkan keberanian, persatuan rakyat Kuba, serta komitmen negara tersebut terhadap prinsip solidaritas internasional.

Atas dasar itu, Diaz-Canel menerbitkan dekret presiden yang menetapkan masa berkabung nasional selama dua hari, terhitung sejak Senin, 5 Januari 2026 hingga Selasa, 6 Januari 2026.

Selama masa berkabung, bendera nasional Kuba dikibarkan setengah tiang di seluruh gedung publik dan fasilitas militer. Selain itu, seluruh kegiatan hiburan, pertunjukan publik, serta agenda perayaan resmi dihentikan sementara.

Baca Juga: Menhan Venezuela: Mayoritas Tim Keamanan Presiden Maduro Tewas dalam Operasi AS

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close