Ntvnews.id, Kabul - Pasukan Pakistan dilaporkan melakukan serangan udara di beberapa wilayah Afghanistan bagian timur dan tenggara pada Minggu, menurut laporan media lokal Afghanistan serta Kementerian Informasi Pakistan.
“Sejumlah sumber mengatakan kepada TOLOnews bahwa setelah serangan udara di distrik Khogyani, Provinsi Nangarhar, pasukan Pakistan juga melancarkan serangan di distrik Ghani Khel dan Behsud di provinsi yang sama,” tulis saluran berita Afghanistan itu di media sosial X.
Media tersebut juga menyebutkan bahwa di distrik Behsud, sebuah rumah warga sipil yang diketahui milik Shahabuddin turut menjadi sasaran. Serangan udara juga dilaporkan terjadi pada malam hari di distrik Barmal dan Urgun, Provinsi Paktika.
Mengutip sumber keamanan, media itu melaporkan tidak ada korban jiwa dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun.
“Militer Pakistan telah mengonfirmasi melakukan serangan di wilayah Afghanistan, mengklaim menargetkan tujuh markas milik Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dan Islamic State Khorasan Province (ISKP),” lapor TOLOnews dalam unggahan terpisah.
Sementara itu, laporan berbahasa Pashto menyebutkan bahwa sebuah kegiatan khotbah keagamaan di distrik Barmal, Paktika, ikut terdampak serangan tersebut.
Baca Juga: India, Afghanistan Bantah Terlibat Pengeboman Masjid di Pakistan
Mengutip juru bicara Kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad, sebanyak 23 orang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan setelah sebuah rumah warga di distrik Behsud terkena serangan. Empat orang berhasil dievakuasi, sedangkan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.
Juru bicara pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, menulis di X bahwa unsur militer Pakistan kembali melanggar wilayah Afghanistan.
“Tadi malam mereka membombardir warga sipil kami di Provinsi Nangarhar dan Paktika, menyebabkan puluhan orang, termasuk perempuan dan anak-anak, gugur dan terluka,” katanya.
“Para jenderal Pakistan menutupi kelemahan keamanan di negaranya sendiri melalui tindakan seperti ini,” tambah Mujahid.
Ilustrasi Serangan Bom di Afghanistan (ANTARA)
Di sisi lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan di X bahwa “Pakistan, sebagai respons balasan, telah melakukan penargetan selektif berbasis intelijen terhadap tujuh kamp dan persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij beserta afiliasinya dan ISKP di wilayah perbatasan.”
Serangan tersebut disebut dilakukan setelah insiden bom bunuh diri yang baru terjadi di Pakistan.
Baca Juga: Afghanistan Janji Bakal Balas Serangan Pakistan yang Tewaskan 10 Warga Sipil
“Pakistan mengharapkan dan kembali menegaskan agar Pemerintah Sementara Afghanistan memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan, karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama,” tambah kementerian tersebut.
Pakistan juga menegaskan akan membalas tewasnya dua personel keamanan pada Sabtu, 21 Februari 2026 di Khyber Pakhtunkhwa serta memperingatkan tidak akan membiarkan serangan dari wilayah Afghanistan tanpa respons.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah korban jiwa akibat serangan udara tersebut.
Kondisi di Afghanistan ((Antara))