Trump Klaim Hubungan dengan Xi Jinping Tetap Baik Usai Tangkap Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 12:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini operasi militer AS di Venezuela tidak akan memengaruhi hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping.

"Saya rasa tidak. Saya memiliki hubungan yang sangat baik. Kami memiliki kekuatan tarif, dan dia memiliki kekuatan lain terhadap kami," kata Trump kepada wartawan.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Minggu, 4 Januari 2026, ketika ditanya mengenai kemungkinan dampak penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh pasukan Amerika Serikat terhadap hubungannya dengan Xi Jinping.

Pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri China menyatakan keprihatinan atas penahanan paksa Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, serta meminta Amerika Serikat segera membebaskan keduanya.

Baca Juga: China Desak AS Segera Bebaskan Presiden Maduro dan Istri

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump sepakat untuk memulai hubungan kedua negara dari titik awal menjelang pelantikan Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. <b>(Antara)</b> Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump sepakat untuk memulai hubungan kedua negara dari titik awal menjelang pelantikan Trump. ANTARA/Anadolu/py/am. (Antara)

"China menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," kata kementerian tersebut dalam pernyataannya.

Kementerian Luar Negeri China menilai tindakan Amerika Serikat melanggar hukum internasional dan norma dasar hubungan internasional, serta bertentangan dengan tujuan dan prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close