Ntvnews.id, Vatikan - Paus Leo XIV menegaskan bahwa kepentingan dan kesejahteraan rakyat Venezuela harus tetap menjadi hal utama setelah Presiden Nicolás Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan menjamin kedaulatan Venezuela.
Pesan tersebut disampaikan Paus dalam pidatonya seusai doa Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 4 Januari 2026.
"Kesejahteraan rakyat Venezuela yang terkasih harus diutamakan di atas segala pertimbangan lainnya," ujar Paus, seperti dikutip dari AFP, Senin, 5 Januari 2026.
Paus Leo XIV, yang merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat, menyampaikan bahwa prinsip tersebut harus menjadi landasan untuk menghentikan kekerasan serta menempuh jalan keadilan dan perdamaian. Ia juga menegaskan perlunya menjaga kedaulatan negara, menegakkan hukum berdasarkan konstitusi, serta menghormati hak asasi manusia dan hak-hak sipil setiap individu.
Baca Juga: Trump Buka Peluang Luncurkan Serangan Gelombang Kedua ke Venezuela
Selain itu, Paus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun masa depan yang damai, dilandasi kerja sama, stabilitas, dan keharmonisan. Ia menekankan perhatian khusus perlu diberikan kepada masyarakat miskin yang paling terdampak oleh kondisi ekonomi yang sulit.
Sebelumnya, Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro di kediamannya di Caracas. Aksi tersebut disebut sebagai puncak agresi Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela sejak masa jabatan pertamanya.
Penangkapan Maduro menambah daftar panjang pemimpin negara yang pernah ditangkap oleh AS. Sebelumnya, AS juga menangkap paksa sejumlah tokoh, seperti mantan pemimpin Panama Manuel Noriega, Presiden Irak Saddam Hussein, hingga Presiden Honduras Juan Orlando Hernández.
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (X The Tradesman)
Dalam operasi itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diseret keluar dari kamar tidur mereka oleh pasukan AS pada tengah malam saat keduanya sedang tidur. Penangkapan dan penggerebekan tersebut dilakukan oleh Delta Force, satuan elite Angkatan Darat AS.
Trump menyebut Maduro ditangkap di sebuah rumah yang diklaimnya menyerupai benteng. Ia mengatakan rencana penangkapan semula dijadwalkan pada awal pekan, namun pelaksanaannya menunggu kondisi cuaca yang tepat.
Baca Juga: Venezuela Nilai Serangan AS Ancam Stabilitas Amerika Latin
Dalam wawancara dengan program "Fox & Friends Weekend", Trump menjelaskan bahwa Maduro berada di sebuah lokasi yang "sangat dijaga ketat" ketika operasi penangkapan dilakukan.
Setelah ditangkap, Maduro dan istrinya dibawa dengan helikopter menuju kapal perang USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke New York. Setibanya di Manhattan dari Pangkalan Udara Nasional Stewart menggunakan helikopter, Maduro kemudian dibawa ke pusat tahanan Brooklyn dengan kendaraan khusus.
Maduro dijadwalkan menghadapi persidangan di pengadilan federal AS di Manhattan atas dakwaan narkoterorisme.
Paus Leo XIV (YouTube Vatican News)