AS Kerahkan 150 Pesawat dari 20 Pangkalan untuk Operasi Penangkapan Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 16:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pesawat jet tempur. ANTARA/Anadolu Ilustrasi - Pesawat jet tempur. ANTARA/Anadolu (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Jenderal Amerika Serikat Dan Caine mengatakan lebih dari 150 pesawat AS lepas landas dari 20 lokasi berbeda di darat dan laut selama misi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Sabtu, 3 Januari 2026.

"Sepanjang malam, pesawat mulai lepas landas dari 20 pangkalan berbeda di darat dan laut di seluruh belahan bumi bagian barat," ujar Caine kepada wartawan.

"Secara total, lebih dari 150 pesawat, termasuk pesawat pengebom, pesawat tempur, pesawat intelijen, pesawat pengintai, pesawat pengawasan, dan helikopter, berada di wilayah udara," tambahnya.

Baca Juga: Peringatkan Elite Venezuela, Trump: Nasib Maduro Bisa Terulang Jika Abaikan Rakyat

Jenderal Caine menambahkan bahwa anggota kru termuda berusia 20 tahun dan anggota kru tertua berusia 49 tahun.

Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa keluar negeri.

Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi itu dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.

Baca Juga: Pentagon: Amerika Serikat Kini Kendalikan Masa Depan Venezuela

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close