Operasi AS di Venezuela Sudah Direncanakan Berbulan-bulan Sebelumnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 16:15
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa. Pemandangan kota yang gelap usai serangan udara berskala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya oleh Amerika Serikat di Caracas, Venezuela, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Operasi Amerika Serikat di Venezuela telah direncanakan dan dilatih selama berbulan-bulan, kata Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada Sabtu, 3 Januari 2026.

"Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari," ujar Caine dalam sebuah pengarahan.

"Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan; sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer AS," tambahnya.

Baca Juga: Trump Sebut Alasan Industri Minyak di Balik Serangan AS dan Penangkapan Presiden Venezuela

Caine juga menekankan bahwa kemungkinan pasukan AS akan ditugaskan untuk misi serupa di masa depan selalu ada.

Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa keluar negeri.

Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi itu dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.

Baca Juga: PBB Nilai Aksi Militer AS Terhadap Venezuela Mengkhawatirkan

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close