Trump Buka Akses Perusahaan Minyak AS ke Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 06:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 30 September 2025. Trump pada Rabu (26/11) mengatakan pihaknya tidak akan mengundang Afrika Selatan (Afsel) untuk menghadiri Konfere Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 30 September 2025. Trump pada Rabu (26/11) mengatakan pihaknya tidak akan mengundang Afrika Selatan (Afsel) untuk menghadiri Konfere (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan membuka peluang bagi perusahaan minyak asal AS untuk beroperasi di Venezuela. Pernyataan itu disampaikan setelah agresi militer AS yang berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, pemimpin negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia.

"Kita akan mengizinkan perusahaan minyak Amerika Serikat yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara itu," kata Trump dalam konferensi pers di Florida, seperti dikutip dari AFP, Senin, 5 Januari 2026.

Namun demikian, Trump juga menegaskan bahwa "embargo terhadap semua minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya."

Amerika Serikat diketahui telah menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Venezuela sejak 2017, yang kemudian diperluas dengan sanksi sektor minyak dua tahun setelahnya.

Baca Juga: Peringatkan Elite Venezuela, Trump: Nasib Maduro Bisa Terulang Jika Abaikan Rakyat

Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, Venezuela salah satu negara pendiri OPEC memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yakni sekitar 303 miliar barel atau setara 17 persen dari total cadangan global.

Angka tersebut melampaui cadangan minyak negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dengan 267 miliar barel, Iran 209 miliar barel, dan Irak 145 miliar barel.

Analis minyak Kpler, Matt Smith, menyebut produksi minyak Venezuela sempat mencapai puncak sekitar 3,5 juta barel per hari pada akhir 1990-an, namun mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, produksi minyak Venezuela diperkirakan hanya sekitar 800.000 barel per hari. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat memproduksi sekitar 13,8 juta barel per hari pada 26 Desember lalu.

Sebagian besar minyak mentah Venezuela kini dipasarkan melalui jalur ilegal dengan potongan harga besar.

Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) <b>(Antara)</b> Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Trump menuding Venezuela menggunakan pendapatan dari sektor minyak untuk mendanai "terorisme narkoba, perdagangan manusia, pembunuhan, dan penculikan."

Pada awal masa jabatan keduanya pada 2025, Trump mencabut izin yang memungkinkan perusahaan minyak dan gas multinasional tetap beroperasi di Venezuela meskipun berada di bawah sanksi. Hampir seluruh izin tersebut dihentikan, kecuali satu perusahaan asal AS, Chevron.

Chevron saat ini mengelola empat ladang minyak di Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan minyak nasional PDVSA beserta afiliasinya.

Baca Juga: Wali Kota New York Zohran Mamdani Sampaikan Keberatan Langsung ke Trump soal Serangan ke Venezuela

Selain sanksi, AS juga memberlakukan blokade penuh terhadap kapal tanker yang masuk dan keluar Venezuela jika terdaftar dalam daftar sanksi.

Menurut Badan Energi Internasional (IEA) pada 2023, wilayah Venezuela menyimpan sekitar 17 persen cadangan minyak dunia. Namun, negara tersebut jauh dari posisi sebagai produsen utama akibat salah kelola dan praktik korupsi selama bertahun-tahun.

Minyak mentah Venezuela tergolong berkualitas rendah dan umumnya diolah menjadi diesel atau produk turunan seperti aspal, bukan bensin. Amerika Serikat memiliki sejumlah kilang di kawasan Teluk Meksiko yang dirancang khusus untuk mengolah jenis minyak tersebut.

HIGHLIGHT

x|close