Ntvnews.id, Bogor - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia berhasil memenangkan lelang kepemilikan aset berupa hotel dan lahan di Arab Saudi yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi Kampung Haji Indonesia.
Prasetyo menyampaikan konfirmasi tersebut setelah CEO Danantara Rosan Roeslani melaporkan capaian itu dalam retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.
"Bapak Rosan melaporkan bahwa kita telah memenangkan bidding (lelang), dan kita telah sekarang memiliki hotel sendiri di Mekah, yang ini atas diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden," ujar Prasetyo saat memberikan keterangan di media center kawasan Hambalang, Bogor.
Ia menjelaskan, keberhasilan Indonesia memiliki hotel dan lahan di Arab Saudi merupakan hasil dari upaya diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang berhasil membuka jalan perubahan kebijakan terkait kepemilikan aset asing di negara tersebut.
Menurut Prasetyo, yang akrab disapa Pras, kepemilikan aset ini menjadi salah satu hadiah penting bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi umat Islam.
Baca Juga: Prasetyo: Koalisi Merah Putih Solid, Kerja Tak Lihat Identitas Partai
"Untuk pertama kalinya, pemerintah Arab Saudi mengubah aturan untuk sebuah negara bisa memiliki aset di Arab Saudi. Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya," kata Pras.
Sebelumnya, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar 5 hektare di Mekah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan menjadi Kampung Haji Indonesia.
Hotel yang dimaksud adalah Novotel Thakher Makkah dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara dan mampu menampung hingga 4.383 calon jemaah haji Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews.id)
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan 13 menara tambahan sehingga total jumlah kamar meningkat menjadi 6.025 kamar.
Dengan pengembangan tersebut, Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu menampung lebih banyak calon jemaah haji Indonesia dengan fasilitas yang terintegrasi, nyaman, dan efisien.
Rosan turut menjelaskan bahwa lokasi Kampung Haji Indonesia sangat dekat dengan Masjidil Haram, jauh lebih strategis dibandingkan akomodasi jemaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak sekitar 4,5 hingga 6 kilometer.
Baca Juga: IBL 2026: 26 Pemain Basket Asing AS Dominasi Kompetisi
Nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar 500 juta dolar AS. Sementara itu, rencana pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi sebesar 700 hingga 800 juta dolar AS.
Keberhasilan diplomasi Presiden Prabowo tersebut mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan jemaah Indonesia. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah, sekaligus memastikan perlindungan dan kenyamanan bagi warga negara Indonesia di Tanah Suci.'
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)