Ketegangan Baru Arab Saudi–UEA, Ini Penyebabnya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jan 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Hubungan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali memanas seiring meningkatnya serangan kampanye media Saudi terhadap UEA.

Situasi ini disebut-sebut sebagai salah satu perselisihan paling serius di kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap pusat keuangan utama Timur Tengah.

Dilansir dari AFP, Senin, 26 Januari 2026, berbagai tudingan keras terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia hingga pengkhianatan telah beredar selama beberapa pekan terakhir di media pemerintah dan media sosial. Ketegangan ini mencuat setelah konflik singkat di Yaman, ketika serangan udara Arab Saudi menghentikan aksi separatis yang didukung UEA.

Dalam salah satu laporannya, televisi pemerintah Arab Saudi, Al-Ekhbariya, melontarkan tuduhan tajam dengan menyebut, "Uni Emirat Arab 'berinvestasi dalam kekacauan dan mendukung separatis' dari Libya hingga Yaman dan Tanduk Afrika,".

Baca Juga: Arab Saudi Jadi Donor Kemanusiaan Terbesar Kedua Dunia

Nada kecaman terbuka semacam ini dinilai jarang terjadi di kawasan Teluk sejak Arab Saudi dan UEA bersama-sama memimpin blokade diplomatik dan perdagangan terhadap Qatar yang berlangsung lebih dari tiga tahun, menyusul perbedaan politik sejak 2017.

Analis keamanan Teluk, Anna Jacobs, menilai bahwa dalam kondisi normal, kerajaan-kerajaan Teluk cenderung menjaga citra damai dan stabil. Namun saat ini, menurutnya, persoalan laten di antara mereka "terungkap secara terbuka dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Baca Juga: Indonesia Menangkan Lelang Aset di Arab Saudi, Kampung Haji Indonesia Segera Terwujud

"Saling menyerang di media sosial mengingatkan banyak dari kita pada keretakan Teluk terakhir... Sekarang Riyadh menyoroti masalahnya dengan kebijakan regional Abu Dhabi, dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda,". tambahnya.

Di sisi lain, respons dari Abu Dhabi terbilang minim. Sejauh ini, UEA memilih bersikap relatif diam. Profesor ilmu politik asal UEA, Abdulkhaleq Abdulla, menyatakan bahwa UEA "tidak terbiasa memprovokasi saudara kita," menandakan pendekatan yang lebih menahan diri di tengah meningkatnya tensi regional.

x|close