Serangan Udara Saudi di Yaman Picu Eskalasi Baru Konflik Kawasan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman, 30 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) Tangkapan layar menunjukkan kebakaran akibat serangan udara oleh jet tempur Arab Saudi di Pelabuhan Mukalla, Hadramout, Yaman, 30 Desember 2025. (ANTARA/Xinhua/Stringer/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah pesawat tempur Arab Saudi dilaporkan melakukan serangan udara di wilayah timur Yaman pada Jumat malam waktu setempat, 2 Januari 2026.

Dilansir dari Reuters, Minggu, 4 Januari 2026, serangan tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah, di antaranya sejumlah kendaraan yang dilaporkan terbakar di Kota Al-Qatn. Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan api membesar dan melahap beberapa unit mobil setelah serangan udara berlangsung.

Aksi militer itu diduga terjadi beriringan dengan pengumuman dimulainya proses relokasi kamp-kamp militer. Kamp-kamp tersebut sebelumnya berada di bawah kendali Southern Transitional Council (STC) dan direncanakan akan diserahkan kepada pasukan pemerintah Yaman.

Baca Juga: Menilki Ketegangan Saudi–UEA Memanas Usai Serangan Yaman

Sebagai catatan, STC merupakan kelompok politik dan militer di Yaman yang diketahui memiliki kedekatan serta dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA).

Eskalasi terbaru ini kembali menyoroti renggangnya hubungan antara dua kekuatan utama di kawasan Teluk, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Meski berada dalam satu koalisi di Yaman, ketegangan di antara keduanya disebut meningkat akibat persaingan pengaruh dan perebutan wilayah strategis yang kaya cadangan minyak di wilayah timur Yaman.

Situasi tersebut dikhawatirkan akan semakin memperburuk kondisi keamanan di Yaman serta menghambat upaya perdamaian di negara yang telah lama terjerumus dalam konflik bersenjata.

HIGHLIGHT

x|close