Zelensky Ungkap Pertemuan Rusia-Ukraina Bakal Terjadi di AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Feb 2026, 07:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. Gambar bendera Rusia dan Ukraina di tembok batu bata dengan bayangan tentara. (Antara)

Ntvnews.id,Kyiv - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Amerika Serikat mendorong Ukraina dan Rusia untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun. Menurutnya, Washington menargetkan perang tersebut dapat diselesaikan pada Juni mendatang.

Dikutip dari AFP, Senin, 9 Februari 2026, Zelensky juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat menawarkan diri sebagai tuan rumah pertemuan antara delegasi negosiasi kedua negara. Pertemuan tersebut direncanakan berlangsung di Florida pada pekan depan.

"Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengusulkan agar kedua tim negosiasi-Ukraina dan Rusia-bertemu di Amerika Serikat, kemungkinan di Miami, dalam waktu seminggu," kata Zelensky kepada wartawan dalam komentar yang dipublikasikan Sabtu pagi.

"Mereka mengatakan bahwa mereka ingin menyelesaikan semuanya pada bulan Juni," tambahnya.

Baca Juga: Trump Sebut Putin Setuju Hentikan Serangan ke Ukraina Selama Sepekan

Upaya diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II semakin intens dalam beberapa pekan terakhir. Namun, Moskow dan Kyiv masih berselisih terkait isu krusial, terutama soal wilayah.

Rusia, yang saat ini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, mendorong penguasaan penuh atas wilayah Donetsk di timur sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dan mengancam akan merebutnya dengan kekuatan jika perundingan gagal.

Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. <b>(Antara)</b> Presiden AS Donald Trump (kiri) menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat 18 Agustus 2025. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)

Di sisi lain, Ukraina menilai penyerahan wilayah justru akan memberi dorongan bagi Moskow untuk terus melakukan agresi, serta menegaskan tidak akan menandatangani perjanjian yang tidak mencegah serangan lanjutan Rusia.

Amerika Serikat sebelumnya telah memediasi dua putaran negosiasi antara kedua pihak di Abu Dhabi sejak Januari, termasuk memfasilitasi pertukaran tahanan besar-besaran. Namun, pembicaraan tersebut belum menghasilkan terobosan terkait sengketa wilayah, dan baik Rusia maupun Ukraina mengakui proses negosiasi berjalan sulit.

x|close