Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai kecaman setelah mengunggah video bernuansa rasis yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama. Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris menolak penjelasan Gedung Putih yang menyebut unggahan tersebut sebagai kesalahan staf dan menilai klarifikasi itu tidak meyakinkan publik.
Harris mengkritik upaya Gedung Putih yang dinilainya berusaha meredam polemik dengan menyalahkan anggota staf. Ia menilai pernyataan tersebut justru menurunkan kepercayaan publik.
"Tidak ada yang percaya upaya menutup-nutupi ini dari Gedung Putih, terutama karena mereka awalnya membela unggahan tersebut. Kita semua tahu betul siapa Donald Trump dan apa yang dia yakini," kata Harris, mantan rival Trump dalam pemilihan presiden AS 2024, dilansir dari AFP, Senin, 9 Februari 2026.
Video yang diunggah di akun Truth Social milik Trump itu menampilkan teori konspirasi terkait kekalahannya dari Joe Biden dalam Pilpres 2020. Namun, pada bagian akhir video berdurasi satu menit tersebut, wajah Barack Obama dan Michelle Obama ditampilkan pada tubuh monyet selama sekitar satu detik.
Baca Juga: Trump Siapkan Tarif, Ancam Negara yang Berbisnis dengan Iran
Unggahan tersebut kembali mengulang klaim tidak berdasar bahwa perusahaan penghitungan suara Dominion Voting Systems berperan dalam “mencuri” kemenangan Trump pada pemilu 2020. Video itu diunggah pada Kamis, 5 Februari 2026 malam di tengah banyaknya konten lain di akun Trump.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt awalnya meremehkan kritik dengan menyebut gambar itu berasal dari meme internet yang menggambarkan Trump sebagai Raja Hutan dan Partai Demokrat sebagai karakter dalam The Lion King.
"Tolong hentikan kemarahan palsu ini dan laporkan sesuatu yang benar-benar penting bagi publik Amerika hari ini," kata Leavitt dalam pernyataannya kepada AFP.
Donald Trump dan Kamala Harris. (Antara)
Namun, sekitar 12 jam setelah unggahan tersebut, seorang pejabat Gedung Putih mengakui bahwa unggahan itu merupakan kesalahan staf dan telah dihapus.
"Seorang staf Gedung Putih telah secara keliru membuat unggahan tersebut. Unggahan tersebut telah dihapus," ucap seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya kepada AFP.
Trump sendiri mengaku tidak menonton keseluruhan video sebelum diunggah. Ia mengatakan hanya melihat bagian awal yang membahas dugaan kecurangan pemilu dan menyerahkan proses unggah kepada stafnya.
"Saya hanya melihat bagian pertama... dan saya tidak melihat keseluruhannya," kata Trump.
Saat ditanya apakah akan meminta maaf, Trump menolak dan menegaskan tidak merasa bersalah.
Baca Juga: Trump Dijadwalkan Terima Presiden Kolombia di Gedung Putih, Bahas Apa?
"Tidak. Saya tidak membuat kesalahan," tegas Trump.
Meski demikian, ia menyebut mengecam bagian rasis dalam video tersebut.
"Tentu saja," ucapnya.
Trump juga menepis anggapan bahwa video tersebut dapat merugikan Partai Republik di mata pemilih kulit hitam dan mengklaim rekam jejaknya tidak rasis.
"Ngomong-ngomong, saya adalah presiden yang paling tidak rasis yang pernah Anda miliki dalam waktu yang lama," klaim Trump.
Donald Trump Duel dengan Kamala Harris (BBC)