Ntvnews.id, New Delhi - Dalai Lama menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bertemu atau berinteraksi dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, meskipun namanya disebut ratusan kali dalam publikasi terbaru dokumen kasus Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).
Berdasarkan penelusuran pada dokumen yang tersedia di situs DOJ, nama Dalai Lama tercatat muncul sebanyak 157 kali. Namun, pihak Dalai Lama menekankan bahwa penyebutan tersebut tidak menunjukkan adanya hubungan atau pertemuan langsung.
Dalam pernyataan resmi, pemimpin spiritual umat Buddha Tibet itu mengakui adanya laporan media serta unggahan media sosial terkait “Berkas Epstein” yang berupaya mengaitkan namanya dengan Epstein.
“Kami dapat menegaskan tanpa ragu bahwa Yang Teramat Mulia tidak pernah bertemu Jeffrey Epstein ataupun mengizinkan pertemuan atau interaksi apa pun dengannya, termasuk yang dilakukan pihak lain atas nama Yang Teramat Mulia,” demikian pernyataan pihak Dalai Lama yang dikutip Antara, Senin, 9 Februari 2026.
Baca Juga: Kongres AS akan Tinjau Dokumen Epstein Tanpa Sensor Pekan Depan
Dalai Lama, yang memiliki nama lahir Tenzin Gyatso, kini berusia 90 tahun dan baru-baru ini meraih penghargaan Grammy Awards untuk kategori buku audio lewat karyanya berjudul Meditations: The Reflections of His Holiness The Dalai Lama.
Meski dikenal sebagai tokoh spiritual dunia, Dalai Lama juga pernah terseret kontroversi, salah satunya pada 2023 ketika ia terekam kamera meminta seorang murid muda untuk “menghisap lidahnya,” yang kemudian memicu kecaman publik dan permintaan maaf dari pihaknya.
Dalam konteks politik, Tibet berada di bawah kendali Tiongkok sejak 1951 dalam operasi yang disebut Beijing sebagai “pembebasan damai.” Setelah pemberontakan melawan pemerintahan Tiongkok gagal pada 1959, Dalai Lama melarikan diri ke Dharamsala, India utara, dan membentuk pemerintahan Tibet dalam pengasingan beserta parlemen.
The Department of Justice released thousands of pages on a government website related to Epstein and Maxwell. (David McGlynn)
Pemerintah Tiongkok tidak mengakui pemerintahan dalam pengasingan tersebut dan menegaskan bahwa Tibet telah menjadi bagian dari Tiongkok sejak abad ke-13. Sebaliknya, Dalai Lama menyatakan bahwa Tibet adalah negara merdeka ketika pasukan Tentara Pembebasan Rakyat memasuki wilayah tersebut.
Sementara itu, Departemen Kehakiman AS telah merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen, sekitar 2.000 video, serta 180.000 gambar terkait Epstein sesuai Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein. Materi yang dipublikasikan mencakup foto, transkrip juri, dan catatan penyelidikan, meskipun sebagian besar halaman masih disensor.
Epstein ditemukan meninggal akibat bunuh diri di penjara New York City pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seksual yang melibatkan perempuan di bawah umur.
Berkas Epstein kembali menjadi sorotan setelah postingan viral di 4Chan muncul kembali dalam dokumen yang baru dirilis. (Times Now World)