Ntvnews.id, Moskow - Duta Besar Rusia untuk Belgia, Denis Gonchar, menuding bahwa masyarakat Eropa tengah dipersiapkan secara psikologis untuk menghadapi konflik bersenjata dengan Rusia, seiring percepatan proses militerisasi di kawasan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Dubes Gonchar dalam wawancara dengan RIA Novosti.
Sebelumnya, pada 11 Desember, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dalam konferensi pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz menyerukan negara-negara Eropa untuk meningkatkan anggaran pertahanan guna siap “melawan Rusia.”
Rutte juga mendorong negara-negara anggota aliansi untuk mengadopsi pola pikir militer, dengan menyebut bahwa NATO merupakan “target Rusia berikutnya.”
“Proses yang sangat negatif juga terjadi di lapangan. Eropa dengan cepat menjadi dimiliterisasi, ekonominya diubah menjadi ekonomi perang, dan penduduknya dipersiapkan untuk konflik bersenjata yang hampir tak terhindarkan dengan negara kami,” kata Gonchar.
Baca Juga: AS Kirim Senator ke Greenland di Tengah Ketegangan Diplomatik
"Langkah dan tindakan nekat semacam itu tampak sangat berbahaya dan menimbulkan banyak konsekuensi yang tak terduga bagi kami," katanya melanjutkan.
Sementara itu, Kremlin pada Rabu, 4 Desember 2025 mengonfirmasi adanya kontak antara Moskow dan Paris di tingkat kerja, menyusul pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait persiapan untuk melanjutkan dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Memang, ada kontak tertentu di tingkat kerja, tetapi kami belum dapat mengumumkan hal penting apa pun dalam hal ini," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan dalam konferensi pers di Moskow.
Arsip - Bendera nasional Rusia terlihat di Kremlin, Moskow, Rusia, 6 Januari 2023. (ANTARA)
Peskov menyampaikan pernyataan tersebut setelah Macron mengatakan bahwa persiapan tengah dilakukan untuk memulai kembali pembicaraan langsung antara dirinya dan Putin.
"Ini sedang dipersiapkan, dan diskusi teknis sedang berlangsung untuk mempersiapkannya," kata Macron kepada wartawan, seraya menegaskan bahwa proses tersebut dilakukan secara transparan dan melalui konsultasi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta mitra utama Prancis di Eropa.
"Penting bagi Eropa untuk benar-benar membangun kembali saluran komunikasi mereka sendiri. Ini sedang dipersiapkan dari sudut pandang teknis. Saya pikir itu akan bermanfaat, tetapi saya tidak percaya bahwa Rusia saat ini bersedia untuk menyimpulkan perjanjian perdamaian dalam beberapa hari atau bahkan pekan mendatang," tambahnya.
NATO (NATO)