Mendagri Sebut Hampir 70 Persen Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Feb 2026, 11:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa. Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa progres pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera kini telah mendekati 70 persen.

Ia menjelaskan, dari total 52 kabupaten/kota yang terdampak, sebanyak 37 daerah telah dinyatakan kembali dalam kondisi normal.

"Ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37. Jadi kalau kita persentasekan ya, lebih kurang hampir 70 persen kabupaten/kota dari 52 kabupaten/kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Selain itu, terdapat empat kabupaten/kota yang kondisinya sudah mendekati normal, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pasaman Barat di Sumatera Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, serta Nagan Raya di Aceh.

Sementara itu, 11 kabupaten masih memerlukan perhatian khusus, yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat, Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara, serta Pidie Jaya, Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Timur, Bireuen, dan Gayo Lues di Aceh.

Baca Juga: Pulihkan Akses Jalan Nasional Pascabencana, Mendagri: Sudah Rampung dan Berjalan Normal

"Yang mendekati normal lebih kurang ada empat, dan yang memerlukan atensi khusus masih ada 11. Kita kerja keras di titik-titik tersebut," ujarnya.

Tito memaparkan sejumlah prioritas yang tengah dikebut oleh satgas, mulai dari pembersihan lumpur, perbaikan fasilitas kesehatan, hingga pemulihan sarana pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.

Perbaikan juga mencakup fasilitas pendidikan keagamaan seperti madrasah dan pondok pesantren, serta rumah ibadah yang terdampak bencana.

Di sisi infrastruktur, akses transportasi menjadi fokus utama, termasuk jalan nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga jalan desa, beserta jembatan-jembatan yang rusak.

"Kemudian juga ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel di beberapa tempat," ujarnya.

Lebih jauh, Tito menegaskan bahwa indikator pemulihan juga mencakup layanan dasar masyarakat. Pasokan listrik, ketersediaan bahan bakar baik BBM maupun gas LPG, sarana komunikasi dan internet, serta distribusi air minum menjadi elemen krusial dalam proses pemulihan.

"Itu menjadi kunci untuk pemulihan yang sangat diperlukan oleh masyarakat," kata Tito.

Baca Juga: Mendagri Tito: 11 Daerah di Sumatra Masih Perlu Atensi Khusus Pascabencana Hidrometeorologi

(Sumber: Antara) 

x|close