Korut-Korsel Kian Memanas!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Jan 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Bendera Korea Utara (korut) Bendera Korea Utara (korut) (Istimewa)

Ntvnews.id, Seoul - Korea Utara (Korut) melayangkan tuduhan kepada Korea Selatan (Korsel) terkait dugaan penerbangan drone mata-mata di atas wilayahnya pada bulan ini. Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh otoritas di Seoul.

Dilansir dari AFP, Minggu, 11 Januari 2026, Militer Korea Utara mengklaim telah mendeteksi sebuah drone yang bergerak ke utara di atas wilayah perbatasan Korea Selatan, tepatnya di Ganghwa, pada awal Januari.

Drone tersebut kemudian ditembak jatuh di sekitar kota Kaesong, Korea Utara. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara militer Korut melalui kantor berita KCNA.

“Peralatan pengawasan telah dipasang pada drone tersebut dan analisis puing-puing menunjukkan bahwa drone tersebut telah menyimpan rekaman target penting Korea Utara termasuk daerah perbatasan,” kata juru bicara tersebut.

Baca Juga: Presiden Korsel Minta China Jadi Mediator Isu Nuklir Korea Utara

KCNA turut merilis sejumlah foto yang diklaim sebagai puing-puing drone tersebut. Dalam gambar terlihat sisa-sisa pesawat bersayap yang jatuh di darat, di samping beberapa komponen berwarna abu-abu dan biru yang menurut KCNA mencakup kamera pengintai.

Menanggapi klaim itu, pihak Korea Selatan menyatakan tidak memiliki catatan terkait penerbangan drone tersebut. Menteri Pertahanan Korea Selatan, Ahn Gyu-back, menegaskan bahwa drone yang terlihat dalam foto-foto tersebut “bukan model yang dioperasikan oleh militer kami”.

Sementara itu, Kantor Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengumumkan bahwa rapat keamanan nasional akan digelar pada hari Sabtu untuk membahas isu ini lebih lanjut.

Ilustrasi Korea Selatan. /ANTARA/Anadolu/py  <b>(Antara)</b> Ilustrasi Korea Selatan. /ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Wilayah Ganghwa sendiri berada di barat laut Seoul dan merupakan salah satu kawasan Korea Selatan yang paling dekat dengan perbatasan Korea Utara.

Selain itu, KCNA juga mempublikasikan gambar udara kota Kaesong yang diklaim diambil oleh drone tersebut.

Gambar-gambar tersebut disebut sebagai “bukti jelas” bahwa pesawat tanpa awak itu telah “memasuki wilayah udara (kami) untuk tujuan pengawasan dan pengintaian”, ujar juru bicara militer Pyongyang.

Baca Juga: Prabowo Lantik 6 Dubes, Purnawirawan TNI Jadi Duta Besar Korea Utara

Pihak Korut menambahkan bahwa insiden ini menyerupai kejadian pada September lalu, ketika Korea Selatan dituding menerbangkan drone di sekitar kota perbatasan Paju.

Jika penerbangan semacam itu terus berlanjut, Seoul disebut akan “membayar mahal atas histeria mereka yang tak termaafkan,” tegas juru bicara militer Korea Utara.

x|close