Trump Ancam Tarif Hingga 200 Persen Jika Macron Tolak Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Jan 2026, 16:26
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump. Arsip - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman untuk memberlakukan tarif hingga ratusan persen terhadap produk asal Prancis apabila Presiden Emmanuel Macron benar-benar menolak ajakan bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang digagas Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers usai menghadiri kompetisi olahraga perguruan tinggi di Miami, Florida, Senin, 19 Januari 2026. Pada kesempatan tersebut, Trump awalnya mempertanyakan kebenaran laporan yang menyebut Macron menolak tawaran tersebut.

"Apakah benar ia berkata demikian?" kata Trump saat ditanya tanggapannya terkait laporan bahwa Macron menolak bergabung ke badan yang diinisiasi Amerika Serikat itu.

"Tapi, tidak ada yang menginginkan dia juga, karena dia akan mengakhiri masa jabatnya dalam waktu dekat," ucap Presiden AS.

Trump kemudian menyatakan bahwa jika laporan tersebut terbukti benar, dirinya mungkin "akan menetapkan tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis", dan Macron "akan bergabung".

Baca Juga: Trump Ledek Macron dan Ancam Prancis Kena Tarif 25 Persen

Ia menegaskan langkah itu hanya akan dipertimbangkan apabila Macron secara resmi menyatakan menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza. "Namun, ia tidak harus bergabung," kata dia, menambahkan.

Sebelumnya, laporan stasiun televisi Prancis BFM menyebutkan bahwa berdasarkan sumber yang mereka kutip, Presiden Macron berencana tidak menerima tawaran Trump untuk menjadi bagian dari Dewan Perdamaian Gaza.

Macron disebut memiliki kekhawatiran bahwa badan tersebut berpotensi meluas ke isu-isu lain di luar Gaza dan justru dapat melemahkan fondasi serta struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Gedung Putih, dalam pernyataan yang dirilis pada Jumat, 16 Januari 2026, mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian yang ditujukan untuk menjalankan peran penting dalam merealisasikan 20 poin rencana Trump guna mengakhiri perang Israel di Gaza secara permanen sekaligus membangun kembali wilayah tersebut.

Baca Juga: Macron Nilai AS Kian Menjauh dari Aturan Internasional

Dewan tersebut juga dirancang untuk memberikan pengawasan strategis, menghimpun sumber daya internasional, serta memastikan akuntabilitas selama Gaza beralih dari situasi konflik menuju perdamaian dan pembangunan.

Selain itu, Amerika Serikat turut membentuk Komite Nasional untuk Administrasi Gaza guna melaksanakan fase kedua dari Rencana Komprehensif Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza, disertai pembentukan Dewan Eksekutif pendiri dan Dewan Eksekutif Gaza sebagai bagian dari kerangka kerja transisi.

Trump juga mengundang sejumlah kepala negara dan pemerintahan lain untuk bergabung dalam dewan Gaza tersebut, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

(Sumber: Antara) 

x|close