Macron Nilai AS Kian Menjauh dari Aturan Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 23:30
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
 Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam sebuah konferensi pers saat Konferensi Tingkat Tinggu Dewan Eropa di Brussels, Belgia, pada 17 Oktober 2024. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe) Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara dalam sebuah konferensi pers saat Konferensi Tingkat Tinggu Dewan Eropa di Brussels, Belgia, pada 17 Oktober 2024. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe) (Antara)

Ntvnews.id, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis 8 Januari menuding Amerika Serikat (AS) tengah “secara bertahap menjauh” dari sejumlah sekutunya serta dinilai telah “melepaskan diri dari aturan internasional”.

Pernyataan tersebut disampaikan Macron dalam pidato tahunan di hadapan para duta besar Prancis. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sudah waktunya komunitas internasional kembali memberikan komitmen penuh terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Macron menambahkan bahwa pemangku kepentingan terbesar PBB, yakni Amerika Serikat, kini tidak lagi menaruh kepercayaan pada organisasi tersebut.

Ucapan Macron muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Rabu 7 Januari menandatangani sebuah memorandum yang memerintahkan penarikan Amerika Serikat dari 66 organisasi internasional. Dari jumlah tersebut, 31 merupakan entitas PBB, sementara 35 lainnya adalah badan non-PBB.

Sambil kembali menegaskan komitmen Prancis terhadap multilateralisme, Macron juga mengakui bahwa “institusi multilateral semakin kurang efektif dalam menjalankan fungsinya”.

Baca Juga: Rusia Kecam Amerika Gegara Kapal Marinera Disita

Pernyataan Presiden Prancis itu juga disampaikan setelah muncul pernyataan baru dari pihak Amerika Serikat yang mengungkapkan keinginan untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom milik Denmark. Prancis sebelumnya telah menyatakan dukungan penuh kepada Denmark dan Greenland, serta menegaskan bahwa keputusan terkait masa depan Greenland sepenuhnya berada di tangan rakyatnya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Amerika Serikat yang baru-baru ini berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Ia memperingatkan bahwa tindakan semacam itu merusak fondasi hukum internasional dan berpotensi menimbulkan “konsekuensi serius bagi keamanan global, yang akan menimpa siapa pun”.

(Sumber: Antara)

x|close