AS Klaim Akan Atur Penjualan Minyak Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 14:27
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bendera Amerika Serikat/ist Bendera Amerika Serikat/ist

Ntvnews.id, New York - Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan bahwa pemerintah AS tidak hanya akan memasarkan minyak mentah yang tersimpan di Venezuela, tetapi juga akan menguasai penjualan produksi minyak negara tersebut dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Pernyataan itu disampaikan Wright saat menghadiri konferensi industri di Miami, Florida, pada Rabu, 7 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut akan mencakup penjualan minyak yang selama ini tertahan akibat sanksi, serta produksi minyak Venezuela yang akan terus mengalir ke pasar internasional.

“Kami akan memasarkan minyak mentah yang keluar dari Venezuela, pertama minyak yang tertahan dan tersimpan ini, dan kemudian tanpa batas waktu ke depan, kami akan menjual produksi yang keluar dari Venezuela ke pasar,” kata Wright, seperti dilaporkan media dan dikutip Xinhua.

Ia menambahkan, seluruh hasil penjualan minyak tersebut akan dikelola langsung oleh pemerintah Amerika Serikat.

Baca Juga: China Protes Rencana AS Ambil Puluhan Juta Barel Minyak Venezuela

“Penjualan tersebut akan dilakukan oleh pemerintah AS dan disetorkan ke rekening yang dikendalikan oleh pemerintah AS,” ujar Wright.

Menurut dia, dana dari penjualan minyak itu nantinya dapat dialirkan kembali ke Venezuela untuk memberi manfaat bagi masyarakat setempat. Namun, Wright menegaskan AS perlu memiliki pengaruh dan kendali atas penjualan minyak tersebut guna mendorong perubahan yang dinilai perlu terjadi di Venezuela.

Wright juga mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tengah melakukan “dialog aktif” dengan para pemimpin Venezuela serta menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan minyak asal Amerika Serikat terkait kebijakan tersebut.

Baca Juga: AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia Pengangkut Minyak Venezuela di Atlantik Utara

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut pihak berwenang Venezuela akan “menyerahkan” sekitar 30 juta hingga 50 juta barel minyak yang dikenai sanksi kepada Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Selasa, 6 Januari 2026.

Langkah AS tersebut memicu kecaman dan protes luas dari berbagai pihak, terutama setelah serangan militer berskala besar terhadap Venezuela. Banyak pihak menilai tindakan itu melanggar hukum internasional dan didorong oleh kepentingan untuk menguasai cadangan minyak besar yang dimiliki negara Amerika Selatan tersebut.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close