Trump Sebut AS Rebut 50 Juta Barel Minyak Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jan 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebu Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). Dalam aksi solidaritas tersebu (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa otoritas sementara Venezuela telah menyetujui penyerahan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah yang terkena sanksi kepada Amerika Serikat, yang akan dijual di pasar bebas. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui unggahan di platform media sosialnya.

DIlansir dari AFP, Kamis, 8 Januari 2026, Trump mengatakan bahwa minyak tersebut akan dijual sesuai dengan harga pasar, dan hasil penjualannya “akan dikontrol oleh saya sebagai Presiden Amerika Serikat” untuk memastikan bahwa penggunaannya memberikan manfaat bagi rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa pihak berwenang sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak bernilai tinggi dan terkena sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Baca Juga: 7 Tentara AS Terluka dalam Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

Trump juga menjelaskan bahwa ia telah meminta Menteri Energi AS, Chris Wright, untuk segera melaksanakan rencana tersebut, termasuk pengiriman minyak yang akan dilakukan menggunakan kapal penyimpanan yang langsung menuju dermaga-dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.

Menurut Trump, hasil penjualan minyak itu nantinya akan digunakan demi kepentingan kedua negara, sekaligus memberi dukungan pada rakyat Venezuela dan warga AS. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kebijakan yang dirancang untuk memanfaatkan cadangan minyak Venezuela yang terkena sanksi setelah perubahan kepemimpinan di negara itu.

Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026. ANTARA FOTO/Indrianto Eko <b>(Antara)</b> Pengunjuk rasa dari berbagai aliansi membakar bendera AS dan poster bergambar presiden AS Donald Trump saat menggelar aksi solidaritas untuk Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa, 6 Januari 2026. ANTARA FOTO/Indrianto Eko (Antara)

Pengumuman ini muncul di tengah dinamika politik dan militer yang terjadi di Venezuela, termasuk operasi militer yang dilancarkan AS terhadap rezim Venezuela tidak lama sebelumnya. Langkah ini dipandang sebagai salah satu upaya memperkuat hubungan energi antara kedua negara sekaligus memanfaatkan sumber daya minyak Venezuela untuk kebutuhan pasar global dan domestik.

Volume minyak yang diserahkan diperkirakan bernilai miliaran dolar AS jika dijual dengan harga pasar. Trump belum merinci rincian teknis lebih jauh mengenai pelaksanaan rencana tersebut, namun langkah ini mendapat sorotan luas karena dampaknya terhadap geopolitik energi dan hubungan bilateral AS–Venezuela.

HIGHLIGHT

x|close