7 Tentara AS Terluka dalam Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Maduro

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 16:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin 5 Januari 2026. ???????ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Mu Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin 5 Januari 2026. ???????ANTARA FOTO/REUTERS/Eduardo Mu (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Sebanyak tujuh personel militer Amerika Serikat dilaporkan mengalami luka dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Informasi tersebut disampaikan Fox News pada Rabu, 7 Januari 2026, dengan mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan identitasnya.

Dari jumlah tersebut, lima prajurit telah kembali menjalankan tugas, sementara dua lainnya masih menjalani masa pemulihan akibat cedera yang dialami selama operasi.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa seluruh warga Amerika yang terluka dalam operasi di Venezuela berada dalam kondisi baik. Namun, ia tidak merinci jumlah resmi korban luka maupun tingkat keparahan cedera yang dialami para personel militer tersebut.

Baca Juga: China: Peradilan Nicolas Maduro di Amerika Tidak Sah

Dalam laporan terpisah, NBC menyebutkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, juga mengalami luka saat proses penangkapan berlangsung. Cedera tersebut diduga terjadi ketika keduanya terbentur pintu atau dinding saat dibawa keluar dari kediaman mereka oleh pasukan keamanan Amerika Serikat.

Menurut sumber yang mengetahui langsung peristiwa tersebut, luka yang dialami Maduro dan istrinya berupa memar dan benturan ringan yang terjadi sebelum keduanya melakukan kontak dengan Pasukan Khusus Delta Amerika Serikat.

Setelah penangkapan, pasangan tersebut dilaporkan menjalani pemeriksaan medis di dalam pesawat sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat.

Baca Juga: Venezuela: Aksi Militer AS Terhadap Maduro Dipicu Kepentingan Sumber Daya Alam

Sebelumnya, pada Jumat, 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi besar di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk diadili berdasarkan hukum Amerika Serikat atas tuduhan “narko-terorisme”.

Pasca-penangkapan tersebut, Mahkamah Agung Venezuela pada Senin, 5 Januari 2026, memutuskan untuk sementara mengalihkan jabatan presiden kepada Wakil Presiden Delcy Rodríguez. Pengalihan kekuasaan itu kemudian diikuti dengan pelantikan Delcy Rodríguez di hadapan Majelis Nasional Venezuela.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close