Ntvnews.id, Moskow - Amerika Serikat menuntut pemerintah Venezuela untuk menghentikan kerja sama dengan Rusia, China, Iran, dan Kuba, sebagaimana dilaporkan stasiun televisi ABC News yang mengutip sejumlah sumber, Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam laporan yang disiarkan pada Selasa, 6 Januari 2026, disebutkan bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyampaikan kepada Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez bahwa Caracas harus memenuhi tuntutan Gedung Putih sebelum diizinkan meningkatkan produksi minyak.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa tuntutan utama yang diajukan Amerika Serikat adalah penghentian kerja sama Venezuela dengan China, Rusia, Iran, dan Kuba.
Selain itu, Amerika Serikat juga menuntut agar Venezuela hanya bekerja sama secara eksklusif dengan Washington dalam produksi minyak serta memberikan prioritas kepada AS dalam penjualan minyak mentah berat.
Arsip foto - Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump saat mereka bertemu di Busan, Korea Selatan, 30 Oktober 2025. ANTARA FOTO/Xinhua/Huang Jingwen/tom. (Antara)
Pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi besar-besaran terhadap Venezuela dengan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, lalu membawa keduanya ke New York.
Presiden Trump kemudian mengumumkan bahwa Nicolas Maduro dan Cilia Flores akan menjalani proses peradilan atas dugaan keterlibatan dalam aksi “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk terhadap Amerika Serikat.
Baca Juga: KBRI: Situasi Caracas Mulai Pulih, 37 WNI Dipastikan Aman
Baca Juga: Jaksa Agung Venezuela Kecam Serangan AS ke Caracas, Sebut Langgar Hukum Internasional
(Sumber: Antara)
Presiden Venezuela Nicolas Maduro (ketiga kanan) dikawal pasukan setibanya di Heliport Downtown Manhattan dalam perjalanan menuju Gedung Pengadilan Daniel Patrick Manhattan, Amerika Serikat, Senin, 5 Januari 2026. ??????? Nicolas Maduro akan menjalan (Antara)