Kapal Tanker Tinggalkan Venezuela Setelah Blokade Minyak AS Diperketat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 00:05
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kapal tanker berlayar di laut lepas. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Kapal tanker berlayar di laut lepas. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Sedikitnya 16 kapal tanker minyak yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan meninggalkan pelabuhan-pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir.

Anadolu pada Selasa, 6 Januari 2026, mengutip laporan The New York Times, menyebut langkah itu diduga sebagai upaya menghindari blokade laut yang diberlakukan AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

Berdasarkan citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri, empat kapal terlacak berlayar di sebelah timur pantai Venezuela sambil menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi mereka, taktik yang dikenal sebagai spoofing.

Selain itu, 12 tanker lainnya dilaporkan berhenti menyiarkan sinyal pelacakan dan tidak lagi terlihat dalam citra satelit berikutnya.

Baca Juga: Pigai: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Siap Tangani Krisis Venezuela

Laporan menyebut 15 dari 16 kapal yang bergerak pada Sabtu, 3 Januari 2026, telah dikenai sanksi AS karena sebelumnya mengangkut minyak dari Iran dan Rusia. Keempat kapal yang terlacak berangkat tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor minyak.

Seluruh kapal itu sebelumnya telah berlabuh di terminal ekspor selama berminggu-minggu sebelum meninggalkan pelabuhan pada akhir pekan.

Amerika Serikat memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi pada 16 Desember 2025, dengan tujuan memutus aliran pendapatan negara tersebut. Pejabat AS menyatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang terkena sanksi, sementara ekspor terbatas oleh perusahaan AS tetap diperbolehkan.

Baca Juga: Ratusan Warga Brasil Turun ke Jalan, Tolak Serangan AS Ke Venezuela

Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah menyita atau mencegat sejumlah kapal tanker yang mencoba mengangkut minyak mentah Venezuela.

Venezuela menghadapi tekanan untuk segera menyalurkan minyak mentahnya karena fasilitas penyimpanan hampir penuh sejak blokade dimulai. Penghentian produksi berisiko merusak fasilitas penyimpanan dan infrastruktur minyak negara itu.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close