Ntvnews.id, Rio de Janeiro, Brasil - Ratusan warga Brasil menggelar aksi unjuk rasa di pusat kota Rio de Janeiro untuk menentang intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela, sebagaimana dilaporkan koresponden RIA Novosti, Selasa, 6 Januari 2026.
Aksi tersebut digelar oleh sejumlah serikat pekerja dan partai politik sayap kiri dengan membawa slogan “Trump, keluar dari Venezuela” serta “Venezuela harus dihormati”.
"Ini bukan hanya serangan terhadap Venezuela, tetapi terhadap seluruh Amerika Latin," kata seorang juru bicara partai Persatuan Rakyat di Rio de Janeiro kepada RIA Novosti.
"Saat ini, pemerintahan (Presiden AS Donald) Trump dan Amerika Serikat percaya bahwa mereka menguasai dunia dan dapat menyerang negara mana pun, berpura-pura bahwa tidak terjadi apa-apa," imbuh juru bicara tersebut.
Baca Juga: Brasil Desak PBB Bertindak atas Operasi Militer AS di Venezuela
Dalam aksi itu, para pengunjuk rasa mengibarkan bendera Venezuela berukuran besar. Sejumlah poster dan spanduk juga menyoroti dugaan kepentingan Amerika Serikat terhadap sumber daya minyak Venezuela.
Demonstrasi tersebut digelar menyusul laporan bahwa Amerika Serikat melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela pada 3 Januari 2026 dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, untuk kemudian dibawa ke New York.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Nicolas Maduro dan Cilia Flores akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam “narkoterorisme” serta dianggap menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika Serikat.
Baca Juga: Venezuela: Aksi Militer AS Terhadap Maduro Dipicu Kepentingan Sumber Daya Alam
(Sumber: Antara)
Orang-orang yang mendukung Venezuela memegang poster di luar Kedutaan Besar Venezuela di Brasilia, Brasil, Sabtu, 3 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Lucio Tavora/aa. (Antara)