Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, khususnya pasar saham.
Purbaya mengatakan, respons pasar keuangan domestik justru menunjukkan sentimen yang cenderung positif setelah mencuatnya ketegangan politik kedua negara tersebut.
Hal ini tercermin dari pergerakan pasar saham yang masih menguat.
"Kalau saya lihat sih agak jauh, kalau Anda lihat pasar saham kan malah naik kan, jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya. Tapi itu yang dilihat pasar," ucap Purbaya, Senin 5 Januari 2025.
Baca juga: Airlangga, Purbaya, Bahlil, hingga Rosan Hadir ke Istana Buat Rapat Terbatas
Dari sisi ekonomi makro, potensi dampak eskalasi AS-Venezuela terhadap Indonesia relatif terbatas.
Menurutnya, Venezuela sudah lama tidak terlalu aktif di pasar minyak dunia, karena kapasitas produksinya terbatas.
Lebih lanjut, kata Purbaya, terhadap nilai tukar dampak eskalasi politik kedua negara juga belum memberikan tren yang negatif.
"Harusnya positif," imbuhnya.
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan stabilitas makroekonomi domestik menopang kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah adanya konflik antara AS dan Venezuela.
Baca juga: Purbaya Bebaskan Pajak Pegawai Bergaji hingga Rp10 Juta, Ini Kriterianya
"Penguatan IHSG hari ini lebih didorong sentimen domestik dan regional, bukan konflik AS dan Venezuela," ujar Reydi saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, bahwa pelaku pasar melihat konflik kedua negara tersebut belum berdampak sistemik terhadap pasar keuangan global, sehingga tidak memicu aksi jual yang signifikan.
Dari dalam negeri, Ia mengatakan IHSG ditopang oleh stabilitas makro, optimisme awal tahun, serta rotasi ke saham-saham sektor komoditas energi dan emas yang diuntungkan oleh ketidakpastian global. (Sumber:Antara)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin 5 Januari 2026. ANTARA/Maria Cicilia Galuh. (Antara)