Airlangga Tegaskan Konflik AS–Venezuela Belum Berdampak ke Harga Minyak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 17:30
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Photo file: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA/Imamatul Silfia/am. Photo file: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA/Imamatul Silfia/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hingga saat ini eskalasi politik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela belum berdampak terhadap harga minyak impor Indonesia.

Airlangga menjelaskan pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan yang terjadi antara AS dan Venezuela.

Menurutnya sebagai salah satu sumber minyak dunia, Venezuela sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan harga minyak global.

"Harga minyak kita monitor, kalau satu-dua hari ini pun tidak ada perubahan, tidak ada gejolak yang tinggi," ucap Airlangga, Senin 5 Januari 2025.

Baca juga: Menko Airlangga Siapkan KUR Rp10 Triliun untuk Kreator

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan saat ini harga minyak dunia masih relatif rendah atau sekitar 63 dolar AS per barel.

Dengan adanya eskalasi politik antara kedua negara, maka diprediksi harga minyak dunia akan melambung.

Airlangga menegaskan pemerintah akan selalu memonitor dan berkoordinasi terhadap perubahan harga, serta mempersiapkan langkah antisipasi.

Diketahui, ekspor minyak Venezuela lumpuh di tengah operasi militer AS di negara tersebut, menurut laporan Reuters mengutip empat sumber yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Ekspor minyak Venezuela, yang anjlok hingga jumlah minimum di tengah blokade Presiden AS Donald Trump terhadap semua kapal tanker yang dikenai sanksi, kini lumpuh karena para kapten pelabuhan belum menerima permintaan izin keberangkatan bagi kapal-kapal bermuatan, menurut beberapa sumber tersebut kepada kantor berita itu.

Sejumlah kapal pengangkut minyak mentah di Venezuela, yang dijadwalkan akan dikirim ke Amerika Serikat dan Asia, belum berlayar, menurut laporan kantor berita tersebut, mengutip data dari layanan pelacakan kapal Tanker Trackers.

Baca juga: Airlangga Target Perputaran Belanja Akhir Tahun Tembus Rp110 Triliun

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat ke negara tersebut.

PIEP menguasai 71,09 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela.

“Sehubungan dengan perkembangan situasi terkini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, hingga saat ini tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” kata Manager Relations PIEP Dhaneswari Retnowardhani dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Sebagai langkah antisipasi, Dhaneswari menyatakan PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. (Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close