Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.187

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 10:40
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 p Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Pada sesi pembukaan perdagangan Jumat (10/4) pagi, IHSG naik 44,921 poin (0,61 persen) ke level 7.352,510 p (Antara)


Ntvnews.id
, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin 25 Mei 2026 dibuka menguat 25,60 poin atau 0,42 persen ke posisi 6.187,65.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,05 poin atau 0,49 persen ke posisi 623,49.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mentatakan, IJSG berpotensi bergerak variatif didorong oleh kombinasi sentimen domestik dan global.

"Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed (variatif) pada kisaran 6.000-6.250 di pekan ini,” ujar Ratna dalam kajiannya, Senin 25 Mei 2026.

Baca jugaAirlangga Bantah Pelemahan IHSG dan Rupiah Dipicu Pembentukan DSI

Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar <b>(Antara)</b> Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat 24 April 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/bar (Antara)

Dari dalam negeri, Ratna memperkirakan pelaku pasar akan mengantisipasi rebalancing indeks MSCI pada akhir bulan Mei ini, di tengah pekan perdagangan yang pendek.

Selain itu, pelaku pasar diperkirakan akan lebih berhati-hati, di tengah ketidakjelasan implementasi berbagai kebijakan baru oleh pemerintah.

Dari mancanegara, Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed pada Jumat (22/5), menggantikan Jerome Powell.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tengah disusun untuk membuka kembali selat Hormuz, namun kantor berita Iran membantah klaim tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa puluhan kapal telah melintasi Selat Hormuz di bawah pengawasan Iran.

Perkembangan seputar kesepakatan AS dengan Iran dan dampaknya terhadap harga minyak, masih akan berpengaruh terhadap pasar global.

Sementara itu, data ekonomi AS yang akan dicermati pelaku pasar pada pekan ini, diantaranya PCE Price Index, Durable Goods Orders, serta estimasi ke-2 PDB kuartal I-2026.

Pada perdagangan Jumat (22/5) pekan kemarin, bursa saham Eropa kompak menguat, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,99 ersen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,22 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,15 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,37 persen.

Bursa AS Wall Street juga kompak menguat pada Jumat (22/5), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,58 persen, indeks S&P 500 menguat 0,37 persen, dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,42 persen.

Baca jugaPurbaya Optimistis IHSG Bakal Melesat Pekan Depan

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.796,43 poin atau 2,84 persen ke 65.135,50, indeks Shanghai menguat 25,35 poin atau 0,62 persen ke 4.138,25, indeks Hang Seng menguat 219,51 poin atau 0,86 persen ke 25.606,03, dan indeks Strait Times menguat 31,74 poin atau 0,63 persen ke 5.099,89. (Sumber: Antara)

x|close