Menlu Sugiono Kecam Pencegatan Kapal Kemanusiaan GSF 2.0 oleh Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mei 2026, 07:15
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono (tengah) dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari (kiri) menyambut kepulangan sembilan WNI yang sempat ditangkap oleh Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Cindy Frishanti Octavia/aa. Menteri Luar Negeri RI Sugiono (tengah) dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari (kiri) menyambut kepulangan sembilan WNI yang sempat ditangkap oleh Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Cindy Frishanti Octavia/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan internasional serta perlakuan terhadap para relawan sipil, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang akhirnya berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu, 24 Mei 2026, Sugiono menegaskan bahwa aksi pencegatan terhadap kapal bantuan kemanusiaan tidak dapat dibenarkan. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

"Tindakan sewenang-wenang yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional," kata Sugiono.

Ia juga mengecam perlakuan yang diterima para relawan selama berada dalam penahanan militer Israel. Menurutnya, pemerintah Indonesia terus mengupayakan perlindungan maksimal terhadap seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sugiono memastikan sembilan WNI peserta GSF 2.0 telah kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat.

"Sembilan saudara-saudara kita tersebut tiba dengan selamat di tanah air. Kami dari Kementerian Luar Negeri mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan koordinasi dari semua pihak," ujarnya.

Baca Juga: WNI yang Ditahan Militer Israel Alami Trauma Fisik, Korban: Kami Diperlakukan Keji

Sugiono menjelaskan proses pembebasan para WNI dilakukan melalui koordinasi intensif lintas negara dan berbagai jalur diplomasi.

"Keberhasilan evakuasi dan pembebasan ini merupakan buah dari kerja keras serta koordinasi intensif yang dilakukan pemerintah Indonesia secara berlapis," katanya.

Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktorat Pelindungan WNI mengerahkan langkah diplomatik dengan melibatkan lima perwakilan Indonesia, yakni Kedutaan Besar RI di Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Amman, KBRI Kairo, dan KBRI Roma. Pemerintah Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Turkiye, Yordania, dan Mesir yang membantu proses penjemputan para WNI dari Ashdod, Israel.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfattah A.K. Al-Sattari menyebut sembilan WNI peserta misi tersebut sebagai sosok pahlawan kemanusiaan. Ia turut menyampaikan penghargaan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang terus diberikan kepada Palestina.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah serta rakyat Indonesia," kata Al-Sattari.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Palestina akan memperoleh kemerdekaan dalam waktu dekat.

Baca Juga: Menlu Sugiono Apresiasi 3 Negara Ini atas Bantuan Pemulangan 9 WNI Relawan GSF

Sebelumnya, Kemlu RI mengungkapkan kapal misi kemanusiaan GSF 2.0 yang membawa sembilan WNI dicegat militer Israel di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur, pada 18 Mei 2026. Para relawan kemudian ditahan di kota Ashdod, Israel.

Setelah berbagai langkah diplomatik dan bantuan kekonsuleran dilakukan bersama GSF dan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), seluruh WNI akhirnya dibebaskan pada 21 Mei 2026. Mereka sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Istanbul, Turkiye, sebelum dipulangkan ke Indonesia.

(Sumber: Antara)

TERKINI

Load More
x|close