PM Denmark Marah Besar, Ancam NATO Bubar Jika AS Ambil Alih Greenland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 16:29
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen (Philip Meisner, Statsministeriet)

Ntvnews.id, DenmarkPerdana Menteri Denmark Mette Frederiksen melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) terkait wacana pencaplokan Greenland. Ia menegaskan, pengambilalihan wilayah tersebut oleh AS akan berimplikasi langsung pada kelangsungan aliansi militer NATO.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas komentar Presiden AS Donald Trump yang kembali menyerukan agar Greenland, pulau strategis di kawasan Arktik yang kaya sumber daya mineral, berada di bawah kendali Washington. Seruan tersebut muncul tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela yang mengguncang perhatian internasional.

Operasi pasukan AS di Caracas, ibu kota Venezuela, untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, memicu kekhawatiran global. Situasi ini turut meningkatkan kecemasan di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom Kerajaan Denmark sekaligus bagian dari NATO.

Baca Juga: Swasembada Pangan Jadi Pilar Strategi Transformasi Bangsa ala Prabowo*

Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen mengecam pernyataan Trump dan memperingatkan adanya konsekuensi serius. Sejumlah pemimpin Eropa juga menyatakan solidaritas terhadap Denmark dan Greenland.

Dalam wawancara dengan televisi Denmark TV2 pada Senin, 5 Januari 2026 waktu setempat, Frederiksen menegaskan bahwa serangan terhadap sesama anggota NATO akan mengakhiri aliansi tersebut.

"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin, 5 Januari 2026 waktu setempat.

"Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua," cetus pemimpin Denmark itu, dilansir kantor berita Associated Press, Selasa, 6 Januari 2026.

Baca Juga: BNN Gerebek Pabrik Narkotika Cair di Apartemen Ancol, 4 Orang Ditangkap

Trump diketahui telah berulang kali mengangkat isu yurisdiksi AS atas Greenland sejak masa transisi kepresidenannya hingga awal masa jabatan keduanya. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut.

Komentarnya pada Minggu lalu, termasuk pernyataan kepada wartawan, mengajak untuk berbicara tentang Greenland dalam beberapa hari ke depan, sebab dia menilai semakin memperkuat kekhawatiran akan adanya rencana intervensi dalam waktu dekat.

Menanggapi hal tersebut, Frederiksen menegaskan bahwa ancaman itu tidak bisa dianggap enteng. Frederiksen juga mengatakan Trump harus dianggap serius ketika dia mengatakan dia menginginkan Greenland.

"Kami tidak akan menerima situasi di mana kami dan Greenland diancam dengan cara ini," tambahnya.

HIGHLIGHT

x|close