Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat. Pengumuman tersebut disampaikan Trump pada Selasa, 6 Januari, melalui unggahan di platform media sosial Truth Social.
Trump menyatakan bahwa minyak tersebut merupakan minyak yang dikenai sanksi dan akan dijual sesuai dengan harga pasar. Ia juga menegaskan bahwa hasil penjualan minyak tersebut akan berada di bawah kendali Presiden Amerika Serikat.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 JUTA barel minyak berkualitas tinggi yang dikenai sanksi kepada Amerika Serikat,” tulis Trump dilansir dari akun X @whitehouse, Rabu, 7 Januari 2025.
Trump menambahkan, minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar dan dana hasil penjualan akan dikelola langsung olehnya sebagai Presiden AS. Menurut Trump, langkah itu dilakukan untuk memastikan dana digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump: Venezuela Tak Akan Gelar Pemilu Baru Dalam 30 Hari
“Minyak ini akan dijual sesuai dengan harga pasarnya, dan uang hasil penjualan tersebut akan dikendalikan oleh saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, untuk memastikan digunakan demi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat,” lanjutnya.
Dalam pernyataan yang sama, Trump juga mengungkapkan bahwa ia telah memerintahkan Menteri Energi Amerika Serikat, Chris Wright, untuk segera melaksanakan rencana tersebut. Minyak Venezuela itu akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan langsung dibawa ke dermaga bongkar muat di Amerika Serikat.
“Saya telah meminta Menteri Energi Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana ini. Minyak tersebut akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dibawa langsung ke dermaga pembongkaran di Amerika Serikat. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini,” tulis Trump.
Sebelumnya, pada Minggu, 4 Januari, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah memberi tahu perusahaan-perusahaan minyak sebelum Amerika Serikat melancarkan serangan militer yang menyingkirkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One.
Baca Juga: The Simpsons Ramal Kematian Donald Trump pada 10 Januari 2026, Benarkah?
Trump mengakui bahwa ia memberi pemberitahuan kepada perusahaan-perusahaan minyak sebelum serangan dilakukan, sementara Kongres Amerika Serikat tidak menerima pemberitahuan serupa. Ia juga memuji perusahaan-perusahaan minyak yang, menurutnya, siap terlibat untuk mengamankan cadangan minyak Venezuela yang disebut sebagai yang terbesar di dunia.
Dalam wawancara dengan pembawa acara Morning Joe, Joe Scarborough, pada Senin, 5 Januari, Trump kembali membahas serangan di Venezuela dan membandingkannya dengan invasi Irak pada masa pemerintahan Presiden George Bush.
Menanggapi perbandingan tersebut, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan minyak Venezuela, berbeda dengan kebijakan pada masa pemerintahan Bush.
“Bush tidak mempertahankan minyaknya. Kami akan mempertahankan minyak tersebut,” kata Trump.
Arsip - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)