Macron Kritik Keras Donald Trump, Sebut Hal Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis dan Arab Saudi akan bersama-sama memimpin sebuah konferensi untuk membahas pembentukan negara Palestina. Presiden Emmanuel Macron mengumumkan bahwa Prancis dan Arab Saudi akan bersama-sama memimpin sebuah konferensi untuk membahas pembentukan negara Palestina. (Antara)

Ntvnews.id, Paris -  Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai Amerika Serikat telah menyimpang dari aturan internasional serta mulai menjauh dari sebagian mitra tradisionalnya. Penilaian itu disampaikan menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS dan rencana Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Dilansir dari AFP, Jumat, 9 Januari 2026, pernyataan tersebut disampaikan Macron dalam pidato tahunan kebijakan luar negeri di hadapan para duta besar Prancis yang digelar di Istana Elysee. Dalam kesempatan itu, Macron juga menyoroti melemahnya peran lembaga-lembaga multilateral akibat langkah-langkah Washington.

"Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan, tetapi secara bertahap berpaling dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan-aturan internasional yang masih dipromosikannya baru-baru ini," kata Macron kepada para duta besar di Istana Elysee.

Menurut Macron, kondisi tersebut berdampak langsung pada efektivitas kerja sama global. "Lembaga-lembaga multilateral semakin tidak berfungsi secara efektif," tambah Macron.

Baca Juga: 10 Orang Dinyatakan Bersalah Atas Perundungan Siber Terhadap Brigitte Macron

Macron menyampaikan kritik itu setelah pasukan khusus AS menculik Nicolas Maduro bersama istrinya dari Venezuela dalam sebuah operasi kilat pada Sabtu lalu dan membawa keduanya ke New York. Aksi tersebut menuai kecaman luas karena dianggap mencederai hukum internasional.

"Kita hidup di dunia dengan kekuatan-kekuatan besar dengan godaan nyata untuk memecah belah dunia," kata Macron.

Foto Dokumen: Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 17 Juni 2022.  <b>(ANTARA)</b> Foto Dokumen: Bendera Uni Eropa berkibar di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussel, Belgia, 17 Juni 2022. (ANTARA)

Selain intervensi militer di Venezuela, Presiden Donald Trump juga memicu kegelisahan di kalangan negara-negara Eropa dengan kembali menyuarakan keinginannya untuk menguasai Greenland. Trump bahkan berulang kali menolak menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer untuk merebut wilayah Arktik tersebut.

Sikap itu memancing reaksi keras dari Denmark sebagai pemegang kedaulatan Greenland, serta sekutu-sekutu Eropa lainnya. Denmark telah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Greenland berpotensi menjadi titik akhir bagi aliansi militer NATO.

x|close