Ntvnews.id, Copenhagen - Enam negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bersama Denmark menyuarakan seruan agar kedaulatan Greenland tetap dihormati. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan hasratnya untuk menguasai wilayah Greenland.
Dilansir dari Anadolu, Kamis, 8 Januari 2026, dalam pernyataan bersama enam negara anggota NATO yakni Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, bersama Denmark menegaskan pentingnya penghormatan terhadap “kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan” Greenland.
Greenland sendiri merupakan wilayah otonomi yang berada di kawasan Arktik dan berada di bawah Kerajaan Denmark.
“Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” ujar para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris dalam pernyataan bersama tersebut.
Baca Juga: PM Denmark Peringatkan AS Tak Boleh Caplok Greenland
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa keamanan kawasan Arktik tetap menjadi “prioritas utama bagi Eropa”. Ketujuh negara anggota NATO tersebut menyoroti bahwa sejumlah sekutu Eropa telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, serta investasi mereka demi menjaga stabilitas dan keamanan wilayah Arktik.
“Oleh karena itu, keamanan Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama-sama dengan sekutu-sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, yang mencakup kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat. Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut,” tegas para pemimpin negara NATO tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, ditegaskan pula bahwa Amerika Serikat merupakan “mitra penting dalam upaya ini, sebagai sekutu NATO dan melalui perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat tahun 1951”.
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py (Antara)
Secara terpisah, para Menteri Luar Negeri Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia, dan Swedia menyatakan komitmen bersama mereka sebagai negara-negara Nordik, negara Arktik, sekaligus sekutu NATO, untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kerja sama di kawasan tersebut.
“Kami semuanya telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan di kawasan ini, termasuk melalui kemampuan, aktivitas, kehadiran, dan peningkatan kesadaran situasional yang baru,” ujar para Menlu negara-negara Nordik itu.
Baca Juga: PM Denmark Peringatkan AS Tak Boleh Caplok Greenland
Donald Trump diketahui telah berulang kali menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonomi di bawah Denmark. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk mewujudkan hal tersebut.
Pada Minggu, 4 Januari 2026, atau sehari setelah operasi militer AS di Venezuela yang bertujuan menangkap Presiden Nicolas Maduro, Trump kembali menggaungkan seruannya untuk menguasai Greenland dengan alasan kepentingan keamanan Amerika Serikat.
Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mendesak Trump untuk “menghentikan ancaman tersebut”. Sejumlah negara Eropa serta Uni Eropa pun menyatakan dukungan tegas kepada Denmark dan Greenland, seraya menolak pandangan bahwa masa depan Greenland dapat ditentukan oleh kekuatan eksternal.
NATO (NATO)