Denmark dan Enam Negara NATO Tolak Seruan Pengambilalihan Greenland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jan 2026, 13:20
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py Greenland, sebuah wilayah di Denmark yang memiliki otonomi tingkat tinggi. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Denmark bersama enam negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyampaikan pernyataan bersama terkait Greenland dengan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah, menyusul kembali munculnya seruan dari Amerika Serikat untuk mengambil alih wilayah tersebut.

“Greenland milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland yang berhak memutuskan soal urusan Denmark dan Greenland,” demikian pernyataan bersama para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, dikutip dari Anadolu, Rabu, 7 Januari 2026.

Dalam pernyataan itu ditegaskan bahwa kawasan Arktik tetap menjadi prioritas strategis bagi Eropa. Para sekutu menyebut telah meningkatkan kehadiran, aktivitas, serta investasi untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah tersebut.

“Keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif bersama sekutu NATO, termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip Piagam PBB tentang kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan,” tambah para pemimpin tujuh negara anggota NATO itu.

Baca Juga: PM Denmark Marah Besar, Ancam NATO Bubar Jika AS Ambil Alih Greenland

Mereka juga menilai Amerika Serikat sebagai “mitra penting” dalam menjaga keamanan kawasan, baik sebagai sekutu NATO maupun berdasarkan perjanjian pertahanan antara Kerajaan Denmark dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada tahun 1951.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark, dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan strategis.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran di sejumlah negara Eropa, terutama setelah Amerika Serikat melakukan operasi militer di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pun meminta Washington untuk “menghentikan ancaman” terhadap sekutu historisnya dan menegaskan penolakan terhadap gagasan pengambilalihan Greenland secara paksa.

Baca Juga: Finlandia dan Swedia Nyatakan Dukungan Kepada Denmark Terkait Greenland Di Tengah Tekanan AS

Sejumlah negara Eropa bersama Uni Eropa, pada Senin, 5 Januari 2026, menyatakan dukungan kuat kepada Denmark dan Greenland serta menolak pandangan bahwa masa depan pulau tersebut dapat ditentukan oleh kekuatan asing.

Para pemimpin Eropa menegaskan bahwa setiap keputusan mengenai masa depan Greenland harus ditetapkan oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri, sesuai dengan prinsip hukum internasional.

Greenland, yang memiliki populasi sekitar 57.000 jiwa, merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark dan juga bagian dari aliansi militer NATO.

Pernyataan bersama tersebut mencerminkan kekhawatiran luas di Eropa terhadap wacana pencaplokan wilayah serta pentingnya menjaga tatanan keamanan kolektif di kawasan Arktik.

(Sumber: Antara) 

HIGHLIGHT

x|close