Ntvnews.id, Jakarta - Usai menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengalihkan perhatiannya ke Greenland, wilayah otonomi di bawah kedaulatan Denmark.
Pulau terbesar di dunia ini bukan sekadar strategis secara geografis, tetapi juga menyimpan kekayaan mineral bernilai tinggi yang menjadi daya tarik utama ambisi Trump. Ketertarikan Trump terhadap Greenland sebenarnya telah muncul sejak tahun lalu.
Ia menilai wilayah Arktik tersebut memiliki posisi strategis sekaligus cadangan sumber daya alam yang berlimpah. Mengutip Reuters, Rabu, 7 Januari 2026, survei pada 2023 menunjukkan bahwa 25 dari 34 mineral yang dikategorikan penting oleh Uni Eropa ditemukan di Greenland.
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa Greenland bukan sekadar wilayah terpencil, melainkan “harta karun” yang berpotensi mengubah peta industri dan ekonomi dunia. Berikut gambaran kekayaan mineral utama Greenland berdasarkan data Otoritas Sumber Daya Mineral Greenland.
Logam Tanah Jarang: Kunci Transisi Energi
Salah satu aset paling bernilai di Greenland adalah logam tanah jarang. Tiga endapan terbesar mineral ini berada di Provinsi Gardar, bagian selatan Greenland. Sejumlah perusahaan telah mencoba mengembangkan potensi tersebut, termasuk Critical Metals Corp yang mengakuisisi endapan Tanbreez, Energy Transition Minerals dengan proyek Kuannersuit yang terhambat sengketa hukum, serta Neo Performance Materials.
Baca Juga: Finlandia dan Swedia Nyatakan Dukungan Kepada Denmark Terkait Greenland Di Tengah Tekanan AS
Logam tanah jarang memiliki peran krusial dalam produksi magnet permanen yang digunakan pada kendaraan listrik dan turbin angin, menjadikannya komoditas strategis dalam era transisi energi global.
Grafit: Penopang Industri Baterai dan Baja
Selain logam tanah jarang, Greenland juga kaya akan grafit. Mineral ini tersebar luas dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik serta dalam industri baja. Keberadaan grafit memperkuat posisi Greenland dalam rantai pasok industri energi dan manufaktur modern.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, 30 September 2025. Trump pada Rabu (26/11) mengatakan pihaknya tidak akan mengundang Afrika Selatan (Afsel) untuk menghadiri Konfere (Antara)
Tembaga dan Nikel: Fondasi Industri Logam
Endapan tembaga ditemukan di wilayah timur laut serta timur tengah Greenland. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah Disko Nuussuaq oleh perusahaan terdaftar di London, 80 Mile. Kawasan ini tidak hanya mengandung tembaga, tetapi juga nikel, platinum, dan kobalt.
Sementara itu, nikel juga menjadi salah satu komoditas penting Greenland. Perusahaan tambang raksasa Anglo American telah mengantongi izin eksplorasi selama lima tahun di Greenland bagian barat sejak pertengahan 2019, dengan fokus pencarian nikel dan mineral lainnya.
Seng: Cadangan Raksasa yang Belum Tergarap
Seng terutama ditemukan di wilayah utara Greenland, dalam formasi geologi yang membentang lebih dari 2.500 kilometer. Beberapa perusahaan telah berupaya mengembangkan proyek seng dan timbal Citronen Fjord, yang kerap disebut sebagai salah satu sumber daya seng terbesar di dunia yang hingga kini belum dikembangkan.
Baca Juga: PM Denmark Marah Besar, Ancam NATO Bubar Jika AS Ambil Alih Greenland
Emas dan Intan: Potensi Logam Mulia
Greenland juga menyimpan cadangan emas yang berada di sekitar Fjord Sermiligaarsuk, bagian selatan pulau tersebut. Selain itu, endapan bijih besi ditemukan di sejumlah lokasi utama, antara lain Isua di barat daya Greenland bagian selatan, Itilliarsuk di wilayah barat tengah, serta sepanjang pesisir Lauge Koch di barat laut Greenland.
Titanium dan Vanadium: Bahan Strategis Industri
Endapan titanium dan vanadium telah teridentifikasi di wilayah barat daya, timur, dan selatan Greenland. Titanium banyak digunakan untuk keperluan komersial, medis, dan industri. Sementara itu, vanadium berperan penting dalam pembuatan paduan baja khusus.
Senyawa vanadium yang paling signifikan secara industri, yakni vanadium pentoksida, digunakan sebagai katalis dalam proses produksi asam sulfat.
Baca Juga: Denmark dan Enam Negara NATO Tolak Seruan Pengambilalihan Greenland
Tungsten: Logam Industri Bernilai Tinggi
Tungsten, yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri, sebagian besar ditemukan di wilayah timur tengah dan timur laut Greenland. Sejumlah endapan lainnya juga telah dinilai berada di kawasan selatan dan barat pulau tersebut.
Uranium: Harta Terpendam yang Terhalang Kebijakan
Greenland juga memiliki uranium, namun pemanfaatannya terbentur kebijakan politik. Pada 2021, Partai Inuit Ataqatigiit yang berhaluan kiri memberlakukan larangan penambangan uranium. Kebijakan ini secara efektif menghentikan pengembangan proyek logam tanah jarang Kuannersuit, karena uranium merupakan produk sampingan dari proyek tersebut.
Greenland (Pixabay)