Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Kepala SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Saiful, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang telah dua kali berkunjung ke Aceh pascabencana banjir, akhir November lalu. Kehadiran Presiden dinilai menjadi pemompa semangat bagi para guru dan siswa untuk kembali melanjutkan aktivitas belajar mengajar.
“Untuk Bapak Presiden, saya ucapkan terima kasih banyak. Selama bencana ini beliau sudah dua kali berkunjung ke Aceh dan membawa bantuan. Dengan semangat beliau, sekolah ini bisa kembali beraktivitas,” kata Saiful saat ditemui di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, Senin, 5 Januari 2026.
Pada Senin kemarin, siswa-siswi SMA Negeri 4 Kejuruan Muda telah kembali masuk sekolah dan memulai semester genap. Aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan setelah dilakukan upaya pemulihan dan pembersihan oleh berbagai unsur, termasuk pemerintah, TNI, Polri, serta para relawan.
Kondisi bangunan sekolah kini tampak bersih. Sebagian besar ruang kelas sudah dapat digunakan kembali untuk proses pembelajaran. Aliran listrik di sekolah tersebut, yang merupakan salah satu dari 2.756 sekolah di Aceh terdampak bencana, juga telah kembali normal.
Baca Juga: Kondisi Terkini SDN 1 Karang Baru Aceh Tamiang: Dulu Tertimbun Lumpur, Kini Kembali Kinclong
Murid-murid SMAN 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang melaksanakan upacara Bendera Merah Putih pada Senin, 5 Januari 2026. (Istimewa)
Saiful mengaku bersyukur sekolah yang ia pimpin dapat kembali aktif. Ia berharap para siswa sebagai generasi penerus bangsa kembali bersemangat dalam belajar dan meraih prestasi.
“Dengan mulai sekolah ini, saya sangat bergembira melihat guru-guru dan anak-anak begitu semangat serta antusias kembali ke sekolah. Selama ini kondisinya berbeda karena kami semua terdampak banjir. Bahkan, satu orang siswa kami meninggal dunia,” ujarnya.
Ia menuturkan, berbagai persiapan telah dilakukan bersama para guru agar proses belajar mengajar dapat dimulai pada awal semester genap, mulai dari pembersihan lingkungan sekolah hingga penyiapan fasilitas pembelajaran.
Untuk membersihkan lumpur yang sempat memenuhi area sekolah, Saiful berinisiatif mengajak para guru bergotong royong. “Tanpa saya paksa. Saya minta, bagi yang ringan langkah, tidak ada kendala apapun yang bisa hadir-hadir di sekolah. Alhamdulillah disambut baik oleh rekan-rekan, kolega, kawan-kawan guru semua,” katanya.
Baca Juga: Sempat Lumpuh Akibat Banjir, SDN 02 Tualang Cut Awali Semester Genap dengan Lancar
Selain itu, Saiful juga mengambil kebijakan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu biaya pembersihan ruang kelas. Menurutnya, keputusan tersebut diambil karena sebagian besar guru juga terdampak bencana.
“Jangankan (sekolah) dia pikir keluarga sendiri pun udah nggak sanggup, apalagi anak-anak. Maka ya kebijakan saya lah, yang penting sekolah bisa bersih, anak-anak bisa cepat belajar, walaupun dengan kebijakan saya mungkin bertentangan dengan hukum,” ujarnya.
Saiful turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu pemulihan sekolah, termasuk Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang datang langsung meninjau sekolah dan memberikan bantuan berupa school kit serta fasilitas belajar bagi siswa.
“Pak Menteri sudah meninjau langsung lingkungan sekolah kami, bangunan-bangunan mana yang rusak. Terus ke depan Pak Menteri sudah berjanji untuk memberikan bantuan perbaikan” katanya.
Baca Juga: Pascabanjir Aceh Tamiang, TNI AD Gerak Cepat Pulihkan Sekolah dan Fasilitas Pendidikan
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta menumbuhkan kembali semangat belajar para siswa. Ia juga mendorong sekolah-sekolah yang kondisinya telah normal untuk segera menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.
“Untuk yang masih dalam proses pembersihan dan juga memang belum normal situasinya yang penting mereka punya semangat belajar,” ujarnya. Kemendikdasmen, lanjut Mu’ti, telah menyiapkan kurikulum darurat yang dapat diterapkan dalam jangka waktu tiga bulan, satu tahun, atau lebih, sesuai kondisi masing-masing sekolah.
“Yang penting mereka sekolah walaupun tidak pakai seragam. Saya tadi juga lihat anak-anak ada yang belum menggunakan seragam. Tapi semangat mereka untuk belajar ini yang harus kita pupuk dan kita tingkatkan,” tutupnya.
Saiful, kepala SMA Negeri 4 Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. (Istimewa)