Ntvnews.id, Tepi Barat - Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Otoritas Palestina melaporkan bahwa para pemukim Israel melakukan serangan terhadap sebuah masjid di wilayah Tepi Barat yang diduduki, dengan sebagian bangunan dilaporkan terbakar.
"Kementerian Wakaf dan Urusan Agama mengutuk upaya sekelompok pemukim untuk membakar sebagian Masjid Abu Bakr al-Siddiq di Desa Tell, dekat Nablus, dan penulisan slogan-slogan rasis di dindingnya," demikian pernyataan kementerian tersebut, dikutip dari AFP, Selasa, 24 februari 2026.
Kementerian mencatat adanya peningkatan serangan terhadap masjid-masjid di Tepi Barat, dengan total 45 insiden tercatat sepanjang tahun 2025.
"Pembakaran sebagian masjid jelas menunjukkan kebiadaban yang dicapai oleh mesin penghasutan rasis Israel terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Palestina," kata kementerian tersebut.
Jurnalis AFP di lokasi melaporkan karpet masjid terbakar, pintu depan rusak, serta dinding dan jendela menghitam akibat api. Meski demikian, tidak ada kerusakan struktural karena api tidak menyebar ke seluruh bangunan.
Baca Juga: Indonesia dan Tujuh Negara Kecam Penetapan Lahan Tepi Barat oleh Israel
Militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan tentara dan polisi ke lokasi kejadian. Mereka juga menyebut tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
"(Pasukan) dikirim ke daerah Tell setelah menerima laporan dan rekaman yang diterima setelah kejadian mengenai tersangka yang membakar masjid dan menyemprotkan grafiti," kata militer Israel.
"Tidak ada korban luka yang dilaporkan," kata Israel seraya menambahkan bahwa pasukan keamanan masih memburu para pelaku.
Gubernur wilayah Nablus, Ghassan Daghlas, mengecam serangan tersebut melalui video di media sosial.
"Mereka membakar masjid, dan kamilah yang membangunnya kembali. Ini tanah kami, tanah Palestina," kata Daghlas sambil membersihkan puing-puing di lokasi dengan selang air.
Saat ini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat, yang dinilai ilegal menurut hukum internasional. Sekitar tiga juta warga Palestina juga tinggal di wilayah yang telah diduduki Israel sejak 1967.
Pemerintah Israel yang dinilai sebagai salah satu yang paling berhaluan kanan dalam sejarah negara itu dilaporkan mempercepat perluasan permukiman serta mengakui sejumlah pos terdepan baru.
Pemukim Ilegal Israel sita Domba Warga Palestina di Tepi Barat (Antara)