Senat Demokrat AS Siapkan RUU untuk Gagalkan Tarif Trump ke Eropa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 05:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Gedung Putihdi Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa) Arsip - Gedung Putihdi Washington, D.C., Amerika Serikat. (ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Senat Amerika Serikat yang dikuasai Partai Demokrat menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang guna menghentikan rencana Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, seiring meningkatnya ketegangan akibat wacana pembelian Greenland.

Dilansir dari AFP, Senin, 19 Januari 2026, pernyataan tersebut disampaikan oleh Pemimpin Mayoritas Senat, Chuck Schumer, pada Sabtu, sebagai tanggapan atas kebijakan yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi ekonomi serta merusak hubungan transatlantik.

“Tarif ceroboh Donald Trump sudah menaikkan harga dan merusak perekonomian kita, dan sekarang ia justru memperburuk keadaan,” ujar Schumer dalam pernyataannya.

Ia menilai rencana pengenaan tarif terhadap sekutu dekat Amerika Serikat sebagai langkah yang “tidak masuk akal”, terlebih karena dikaitkan dengan ambisi Trump untuk mengambil alih Greenland.

Baca Juga: Trump Ledek Macron dan Ancam Prancis Kena Tarif 25 Persen

Schumer menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak akan berdiam diri apabila kebijakan tersebut mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri maupun hubungan Amerika Serikat dengan mitra-mitranya di Eropa.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Demokrat tengah menyiapkan langkah legislasi untuk memblokir kebijakan tarif tersebut sebelum menimbulkan “kerusakan lebih lanjut” terhadap perekonomian Amerika Serikat dan negara-negara sekutu di Eropa.

Menurutnya, kebijakan tarif dijadikan sebagai alat tekanan politik yang justru berisiko berdampak negatif bagi konsumen dan pelaku usaha di Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa.) <b>(Antara)</b> Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (ANTARA/Anadolu/aa.) (Antara)

Sebelumnya, Trump menyatakan akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang impor dari sejumlah negara anggota NATO, antara lain Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan keberadaan militer negara-negara itu di Greenland, wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark.

Trump juga menyebutkan tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen mulai Juni jika Amerika Serikat gagal membeli Greenland.

Baca Juga: Israel hingga Negara Teluk Desak Trump Tunda Serangan Militer ke Iran

Ia beralasan bahwa penguasaan AS atas wilayah strategis di kawasan Arktik itu diperlukan untuk mencegah potensi ancaman dari China dan Rusia, pernyataan yang memicu kritik luas di Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron serta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka mengecam ancaman tarif tersebut.

Macron menegaskan bahwa Eropa akan memberikan respons secara “bersatu dan terkoordinasi” apabila kebijakan itu benar-benar diberlakukan.

TERKINI

Warga Inggris Gelar Aksi Tolak Pembangunan Kedutaan Baru China

Luar Negeri Senin, 19 Jan 2026 | 07:10 WIB

Portugal Gelar Pemilu Presiden, Peluang Putaran Kedua Menguat

Luar Negeri Senin, 19 Jan 2026 | 07:00 WIB

Presiden Somalia Ajak Somaliland Berdialog

Luar Negeri Senin, 19 Jan 2026 | 06:55 WIB

Raja Salman Keluar dari Rumah Sakit, Ada Apa?

Luar Negeri Senin, 19 Jan 2026 | 06:15 WIB

Sebelum Jatuh, Pesawat ATR 42-500 Sempat Alami Kendala Mesin

Nasional Senin, 19 Jan 2026 | 06:10 WIB

Senat Demokrat AS Siapkan RUU untuk Gagalkan Tarif Trump ke Eropa

Luar Negeri Senin, 19 Jan 2026 | 05:49 WIB
Load More
x|close