Rakernas Gekrafs 2026, Kawendra Sosialisasikan Program Asta Karya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mar 2026, 20:47
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)


Ntvnews.id
, Jakarta - Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian menyampaikan bahwa Gekrafs meluncurkan delapan program strategis yang disebut Asta Karya.

Hal tersebut diungkapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gekrafs 2026 yang digelar di Nusantara Ballroom, NT Tower, pada 6–7 Maret 2026.

Kawendra menjelaskan konsep tersebut terinspirasi dari program prioritas pemerintah.

"Dalam Rakernas ini ini dalam rangka mensosialisasikan program utama Gekrafs di periode ini. Kalau Presiden Prabowo punya yang namanya Asta Cita, kami di Gekrafs kemarin merilis namanya Asta Karya," ucap Kawendra dalam paparannya, Sabtu 7 Maret 2026.

Baca juga: Di Rakernas Gekrafs 2026, Tommy Tampubolon Paparkan 6 Poin Penguatan Ekonomi Kreatif

Kawendra pun menjelaskan program utama diantaranya Creative Equity Funding Acceleration (CEFA) yang berfokus pada pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif.

"Alhamdulillah berkat dukungan Bang Dasco, tahun ini pendanaan berbasis ekonomi kreatif IP sudah dialokasikan oleh pemerintah sebesar Rp10 triliun," ungkap Kawendra.

Selain CEFA, Gekrafs juga mendorong perlindungan kekayaan intelektual melalui program Digital IP Protection Licensing and Ecosystem (DIPPLE).

"Kemudian kita ada yang namanya DIPPLE, Digital IP Protection Licensing and Ecosystem. Ini berkaitan dengan IP sekarang yang sedang kita dorong bersama," ungkapnya.

Gekrafs juga meluncurkan National Gastronomy Diplomacy Documentation Initiative (GANDI) yang fokus pada diplomasi gastronomi Indonesia.

"Gastronomi kita sekali besar sekali dan rasanya kalau kita tidak optimalkan diplomasi dengan cara itu, sayang sekali," ungkapnya.

Baca juga: Dahnil Anzar di Gekrafs 2026: Ramadan Momentum Panggilan Spiritual yang Romantis bagi Umat Islam

Kawendra menjelaskan program lain adalah Youth Inclusive Talent Mobilization (YOTEM).

"Kita ada juga YOTEM, ini adalah Youth Inclusive Talent Mobilization. Di sini adalah pemberdayaan bukan hanya anak muda, dan saya tidak ingin menyebutnya disabilitas, tapi Bisabilitas," jelasnya.

Selain itu terdapat program Artist Right to Pay and Honorarium (ARTPAY) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pelaku seni.

Dalam kesempatan itu, Kawendra menyoroti masih rendahnya penghargaan terhadap banyak pekerja kreatif yang kerap menerima bayaran minim meski bekerja secara profesional.

"Banyak sekali pejuang-pejuang ekraf kita yang mengais rezeki setiap hari di berbagai tempat yang mendapatkan apresiasinya ala kadarnya. Satu grup mungkin tujuh orang hanya mendapatkan Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Sementara besoknya mereka harus ngulik lagu lagi, begadangan lagi. Ini yang harus kita sama-sama dorong," paparnya.

Program lainnya adalah Digital Market Penetration Literacy Program (DIMAP) yang berfokus pada literasi penetrasi pasar digital bagi pelaku kreatif.

Gekrafs juga berencana mentransformasi seluruh sekretariat organisasi di berbagai daerah menjadi Regional Creative Hub (RECHUB) sebagai ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif.

Sementara itu, program terakhir adalah Global Outreach and Diaspora Engagement (GLOBE) yang bertujuan memperkuat jaringan dengan diaspora Indonesia di berbagai negara.

Saat ini Gekrafs telah memiliki perwakilan di 12 negara dan berencana memperluasnya ke Rusia, China, Afrika Selatan, dan Azerbaijan.

"Ini adalah membangun pipeline-pipeline dengan diaspora-diaspora kita yang kita sekarang sudah ada di 12 negara. Insya Allah mudah-mudahan kalau nggak ada halangan tahun ini kita bisa lantik Rusia, China, Afrika Selatan, dan Azerbaijan," tandasnya.

x|close