Ntvnews.id, Jakarta - OpenAI memperkenalkan fitur keamanan terbaru bernama Lockdown Mode yang dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan terhadap serangan siber jenis prompt injection. Serangan ini memanfaatkan instruksi berbahaya yang disisipkan secara tersembunyi dalam halaman web maupun sumber konten lainnya untuk memengaruhi perilaku chatbot.
Berdasarkan laporan TechCrunch, dikutip Minggu, 7 Juni 2026, fitur tersebut bekerja dengan membatasi sejumlah kemampuan ChatGPT yang berpotensi menjadi jalur masuk serangan. Ketika Lockdown Mode diaktifkan, akses pencarian web secara langsung akan dinonaktifkan sehingga sistem hanya dapat memanfaatkan konten yang tersimpan dalam cache atau salinan sementara yang tersedia di perangkat pengguna.
Baca Juga: OpenAI Menang atas Gugatan Elon Musk di Pengadilan California
Selain membatasi pencarian web, fitur ini juga menghentikan pengambilan gambar dari internet serta menonaktifkan sejumlah fungsi lain seperti Deep Research dan Agent Mode. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersempit kemungkinan interaksi sistem dengan sumber eksternal yang berpotensi membawa instruksi berbahaya.
Meski demikian, OpenAI mengakui bahwa Lockdown Mode tidak sepenuhnya menghilangkan risiko serangan prompt injection. Perusahaan menjelaskan bahwa ancaman serupa masih dapat muncul melalui data yang tersimpan di cache maupun file yang diunggah pengguna ke dalam sistem.
Mereka mencontohkan misalnya serangan ini dapat “muncul dalam konten web yang di-cache atau dalam file yang diunggah, dan masih dapat memengaruhi perilaku atau keakuratan respons”.
Baca Juga: Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, Tuding ChatGPT Membahayakan Anak-anak
OpenAI menegaskan bahwa tujuan utama fitur tersebut bukan untuk memberikan perlindungan mutlak, melainkan mengurangi kemungkinan kebocoran informasi sensitif saat serangan terjadi.
“Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua orang,” kata OpenAI. “Ini dirancang untuk individu dan organisasi yang menangani data sensitif dan menginginkan perlindungan yang lebih ketat dari risiko kebocoran data terkait injeksi cepat”.
Menurut perusahaan, fitur ini akan lebih relevan bagi pengguna yang bekerja dengan data bernilai tinggi atau informasi rahasia yang membutuhkan tingkat keamanan tambahan dalam penggunaan kecerdasan buatan.
Sebagai tahap awal, OpenAI mengumumkan bahwa Lockdown Mode mulai tersedia untuk pengguna akun ChatGPT Business self-serve serta sejumlah akun pribadi yang memenuhi persyaratan tertentu.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - logo (Antara)