Spanyol Blokir Polymarket dan Kalshi karena Dugaan Langgar Aturan Judi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Mei 2026, 16:07
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Prediksi. (Pexels/Jayson Hinrichsen) Ilustrasi - Prediksi. (Pexels/Jayson Hinrichsen) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Spanyol resmi memblokir akses ke platform pasar prediksi Polymarket dan Kalshi sambil menunggu proses penyelidikan terkait legalitas operasional keduanya. Kebijakan tersebut diambil setelah otoritas setempat menilai kedua platform diduga beroperasi tanpa lisensi perjudian resmi di wilayah Spanyol.

Langkah pemblokiran ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal dan dikutip Engadget pada Selasa, 26 Mei 2026. Pemerintah Spanyol menyatakan tindakan tersebut bersifat sementara sebagai langkah pencegahan selama investigasi berlangsung. Penyelidikan dijadwalkan selesai dalam empat bulan ke depan untuk menentukan apakah Polymarket dan Kalshi melanggar regulasi perjudian yang berlaku.

Apabila terbukti melanggar aturan, perusahaan penyedia platform tersebut diwajibkan memiliki lisensi administratif khusus agar dapat beroperasi secara legal di Spanyol. Platform pasar prediksi sendiri memungkinkan pengguna memasang taruhan uang atas hasil suatu peristiwa yang belum pasti, mulai dari politik hingga olahraga dan ekonomi.

Baca Juga: Kemkomdigi Blokir 3,45 Juta Situs Judi Online hingga Mei 2026

Pengawasan terhadap platform serupa juga terjadi di Amerika Serikat. Negara bagian Minnesota berencana melarang operasional platform pasar prediksi mulai 1 Agustus 2026. Sementara Rhode Island, Illinois, Arizona, Connecticut, Nevada, dan New Jersey juga mempertanyakan legalitas layanan tersebut. Namun, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas Amerika Serikat (CFTC) menggugat sejumlah negara bagian karena dianggap tidak memiliki kewenangan mengatur pasar prediksi. CFTC menilai lembaga federal itulah yang memiliki yurisdiksi tunggal untuk mengawasi platform semacam ini.

Secara valuasi, Kalshi dan Polymarket termasuk platform besar di sektor pasar prediksi global. Nilai Kalshi diperkirakan mencapai 22 miliar dolar AS, sedangkan Polymarket ditaksir bernilai sekitar 15 miliar dolar AS. Meski berkembang pesat, sejumlah negara mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas mereka.

Baca Juga: Kemkomdigi Blokir Polymarket, Judi Online Berkedok Prediction Market

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah memblokir akses ke Polymarket sejak Jumat, 22 Mei 2026. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar menyatakan platform tersebut masuk kategori judi online. Menurutnya, aktivitas dalam platform mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi terhadap hasil peristiwa yang belum pasti sehingga melanggar hukum di Indonesia.

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk judi online di Indonesia,” kata Alexander. Selain Indonesia dan Spanyol, negara lain seperti Singapura, Brasil, dan India juga telah memblokir akses ke Polymarket.

(Sumber: Antara)

x|close