Wamen Romo Dorong Anak Muda Berani Bikin Terobosan “Gila” di Ekonomi Kreatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mar 2026, 20:01
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tommy William Tampubolon dan Wamenag Tommy William Tampubolon dan Wamenag (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafi’i mendorong generasi muda Indonesia untuk berani menciptakan terobosan besar di sektor ekonomi, khususnya ekonomi kreatif. Menurutnya, anak muda tidak cukup hanya menjalankan usaha secara biasa-biasa saja, tetapi harus menghadirkan inovasi yang berani dan berbeda.

Pesan tersebut disampaikan Romo Syafi’i usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), berlangsung di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas, pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Dalam kesempatan tersebut, Romo Syafi’i menegaskan bahwa generasi muda perlu memiliki keberanian untuk menghadirkan ide-ide baru yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

"Kalau anak muda bergerak di bidang ekonomi biasa-biasa saja, itu nggak usah. Kita pengen mereka bisa buat terobosan yang gila. Gila dalam arti yang belum terpikirkan sebelumnya, tapi tetap dengan koridor," ucapnya.

Ia menilai, inovasi dan kreativitas merupakan kunci penting bagi anak muda untuk menciptakan peluang ekonomi baru yang mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat.

Romo Syafi’i juga mengingatkan bahwa aktivitas ekonomi dalam perspektif agama tidak hanya sebatas mencari keuntungan, tetapi juga merupakan bagian dari ibadah.

Apalagi dalam suasana bulan Ramadan, ia menilai kegiatan ekonomi yang dijalankan dengan niat baik dapat menjadi bentuk pengabdian kepada Tuhan sekaligus memberikan manfaat bagi sesama.

"Berekonomi itu dalam konteks agama itu juga ibadah. Karena itu, karena dia konteks ibadah, silakan berkreasi untuk bergerak di bidang ekonomi di bidang apa saja dengan sebuah ketentuan," terangnya.

Dalam membangun usaha atau bisnis, Romo Syafi’i menekankan tiga prinsip penting yang harus selalu dijaga oleh para pelaku ekonomi, terutama generasi muda.

Pertama, tidak melakukan kecurangan dalam aktivitas bisnis. Kedua, bersikap jujur dalam setiap transaksi. Ketiga, menjaga amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh orang lain.

Menurutnya, jika tiga prinsip tersebut dijalankan secara konsisten, maka kreativitas dalam berbisnis dapat berkembang dengan maksimal tanpa melanggar nilai-nilai moral.

Selain itu, Romo Syafi’i juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak menjadi sombong ketika telah meraih kesuksesan. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati serta terus berbagi kepada sesama sebagai bentuk rasa syukur.

"Jadi jangan kalau sukses sombong, tapi tetaplah berbagi. Kalau sukses rupa diri, tetaplah tunduk kepada Allah Subhanahu wa ta'ala," tegasnya.

Romo Syafi’i mengaku sangat senang dapat menghadiri Rakernas Gekrafs karena melihat langsung semangat anak-anak muda yang terlibat dalam gerakan ekonomi kreatif. Menurutnya, kehadiran generasi muda yang aktif berkreasi menjadi tanda positif bagi masa depan Indonesia.

x|close