Ntvnews.id, Jakarta - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gekrafs 2026 yang berlangsung di Nusantara Ballroom, Novotel Jakarta Pulomas, pada Jumat, 6 Maret 2026. Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah gerakan ekonomi kreatif Indonesia di berbagai daerah.
Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian menjelaskan bahwa Rakernas tahun ini mengusung tema Astakarya yang menjadi konsep utama dalam pengembangan program strategis organisasi.
Menurut Kawendra, Astakarya merupakan delapan program prioritas yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Program tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pembiayaan hingga perlindungan karya kreatif.
"Astakarya itu adalah program unggulan kita. Di situ ada bagaimana IP Financing, bagaimana perlindungan IP, bagaimana akses permodalan lainnya, bagaimana kita menciptakan regional creative hub, dan bahkan bagaimana kita mendorong upah minimum untuk pejuang ekraf ketika berkarya," ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan sistem yang lebih adil bagi para pelaku ekonomi kreatif, termasuk dorongan untuk menetapkan standar upah minimum bagi pejuang ekonomi kreatif agar karya mereka mendapatkan penghargaan yang layak.
"Jadi betul-betul dihargai, tidak alakadarnya, tapi apresiasi yang betul-betul nyata seperti itu," jelasnya.
Memasuki tahun ke-7 sejak berdiri, Gekrafs terus mengalami perkembangan signifikan. Kawendra mengungkapkan bahwa jumlah anggota komunitas kreatif yang tergabung dalam organisasi tersebut kini telah mencapai hampir 40.000 orang dari berbagai daerah.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat untuk terlibat dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif.
Meski jumlah anggota terus bertambah, Kawendra menegaskan bahwa fokus utama Gekrafs bukan sekadar memperbesar organisasi, tetapi memastikan keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi para pelaku industri kreatif.
Ia berharap Gekrafs dapat menjadi organisasi yang aktif membantu pengembangan potensi kreatif anak bangsa, bukan sekadar organisasi formal tanpa dampak.
"Jadi harus bisa memberikan manfaat dan tidak jadi organisasi yang gaya-gayaan, tapi organisasi yang bisa menebar kebermanfaatan," tutupnya.
Kawendra (Ntvnews.id/Adiansyah)