Viral Dua Taksi Saling Kejar dan Tabrak di PIK, Dipicu Rebutan Antrean Penumpang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jun 2026, 07:42
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Taksi Hijau Taksi Hijau (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan dua unit taksi terlibat aksi kejar-kejaran hingga saling menabrak di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara, viral di media sosial. Insiden tersebut ternyata dipicu persoalan antrean saat menunggu penumpang.

Kapolsek Metro Penjaringan, Agta Bhuwana Putra, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 04.25 WIB. Keributan bermula ketika sebuah taksi yang dikemudikan KF (38) sedang bersiap menjemput penumpang. Namun, taksi lain yang dikendarai AIH (22) diduga masuk lebih dulu dan memotong antrean.

"AIH menerobos antrean. Kemudian Bapak KF turun dari mobil menegur dan memukul pipi saudara AIH. Lalu Bapak KF kabur menggunakan mobilnya dan terjadilah kejar-kejaran," ujar AKBP Agta kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).

Ketegangan antara kedua pengemudi itu kemudian berlanjut di jalan. Saat tiba di kawasan Jalan Pejapi, tepatnya di simpang empat Gate 2 dekat proyek Palm Beach, kendaraan yang dikemudikan AIH mengejar lalu menghantam bagian belakang taksi milik KF.

"Di area Jalan Pejapi, simpang empat gate 2 depan proyek Palm Beach, kendaraan saudara AIH menabrak dari belakang kendaraan bapak KF sehingga terjadilah laka lantas," kata dia.

Baca Juga: Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Target Tuntas Akhir Pekan

Tidak terima kendaraannya ditabrak, KF disebut melakukan aksi balasan. Ia menyalip kendaraan AIH dan menabrakkan mobilnya hingga menyebabkan kerusakan pada taksi yang dikemudikan rivalnya tersebut.

"Dan bapak KF tidak terima mobilnya ditabrak kemudian menyalip dan menabrak mobil taksi yang dikendarai oleh bapak AIH hingga mobil taksi penyok," ucapnya.

Video insiden tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian warganet. Banyak yang menyoroti bagaimana persoalan antrean penumpang berujung pada aksi saling kejar dan tabrak yang membahayakan pengguna jalan lain.

Meski sempat memicu kecelakaan lalu lintas, kasus tersebut tidak berlanjut ke ranah hukum. Polisi menyebut kedua pengemudi telah menjalani proses mediasi dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Hasil mediasi kedua belah pihak sepakat untuk permasalahan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Kedua pihak membuat surat pernyataan supaya tidak ada tuntutan di kemudian hari," ucapnya.

Dengan adanya kesepakatan damai tersebut, perkara dinyatakan selesai dan tidak ada laporan lanjutan yang diajukan oleh kedua belah pihak.

x|close