Ntvnews.id, Maputo - Seorang uskup Katolik yang ditunjuk oleh Paus Leo XIV untuk memimpin wilayah gerejawi di Mozambik bagian tengah ditemukan tewas akibat tembakan di kediamannya. Pihak gereja setempat menggambarkan insiden tersebut sebagai peristiwa yang terjadi dalam "keadaan misterius".
Dilansir dari AFP, Senin, 8 Juni 2026, Uskup Osorio Citora Afonso yang berusia 54 tahun ditemukan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian dada. Juru bicara biro investigasi kriminal Mozambik, Maximino Amilcar, menyatakan bahwa korban kemungkinan terkena satu peluru.
Keterangan itu disampaikan Amilcar kepada wartawan di luar rumah Afonso yang berada di Kota Quelimane.
Ia menyebut kasus tersebut sebagai "pembunuhan dengan senjata api", namun menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung sehingga belum banyak informasi yang dapat diungkap kepada publik.
"untuk saat ini belum mudah memberikan rincian lebih lanjut," tambahnya.
Baca Juga: Penembakan Massal di AD Tewaskan Enam Orang, Pelaku Bunuh Diri
Presiden Mozambik, Daniel Chapo, turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Afonso. Dalam pernyataan resminya, ia mengungkapkan "dukacita mendalam" dan menyebut kepergian sang uskup sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Mozambik.
Mozambik, yang merupakan bekas koloni Portugal, memiliki populasi Katolik yang cukup besar. Berdasarkan sensus terakhir yang dilakukan hampir satu dekade lalu, sekitar seperempat penduduk negara tersebut memeluk agama Katolik.
Afonso merupakan rohaniwan kelahiran Mozambik yang memiliki pengalaman pelayanan internasional. Sebelum kembali ke tanah airnya, ia pernah menjalankan tugas pastoral di Republik Demokratik Kongo dan Italia.
Ilustrasi mayat. (Antara)
Pada 2023, ia dipercaya menjabat sebagai uskup pembantu di Maputo sebelum kemudian diangkat menjadi uskup setahun setelahnya. Pada Juli 2025, Paus Leo XIV menugaskannya untuk memimpin Keuskupan Quelimane.
Konferensi Episkopal Mozambik dalam keterangannya menyatakan bahwa Afonso "ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan misterius yang perlu dijelaskan lebih lanjut".
Hingga kini, aparat penegak hukum masih menyelidiki motif serta pelaku di balik penembakan yang menewaskan salah satu pemimpin Gereja Katolik tersebut. Kasus ini menjadi perhatian luas di Mozambik dan komunitas Katolik internasional.
Ilustrasi Penembakan