Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mundur karena Sakit, Ngaku Tak Mampu Jalankan Tugas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 22:01
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin menghadiri KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin menghadiri KTT ke-18 Asia Timur di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. (Antara)

Ntvnews.id, Bangladesh - Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala negara dengan alasan kondisi kesehatan yang terus memburuk. Keputusan tersebut disampaikan melalui surat resmi, demikian dilansir dari media Bangladesh, Daily Star, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Shahabuddin sebelumnya mengungkapkan bahwa dirinya mengalami berbagai masalah kesehatan. Presiden berusia 76 tahun itu mengatakan belum lama ini didiagnosis menderita neuropati otonom, kondisi yang membuatnya terkadang kehilangan kesadaran.

"Saya menderita berbagai komplikasi kesehatan," kata Presiden Shahabuddin seperti dikutip surat kabar tersebut.

Dalam surat pengunduran dirinya, Shahabuddin menjelaskan penyakit yang dideritanya kini telah memengaruhi kemampuan fisik maupun mentalnya sehingga tidak lagi dapat menjalankan tugas sebagai presiden secara optimal.

"Karena perkembangan penyakit ini dan yang mengakibatkan ketidakmampuan mental dan fisik, saya tidak lagi mampu menjalankan tanggung jawab jabatan konstitusional penting sebagai presiden. Saya membutuhkan pengobatan medis jangka panjang," tulisnya.

Dengan keputusan tersebut, Shahabuddin mengakhiri masa jabatannya lebih awal, meski seharusnya baru berakhir pada April 2028.

Sesuai ketentuan konstitusi Bangladesh, jabatan presiden untuk sementara akan diemban oleh ketua parlemen hingga proses selanjutnya dilaksanakan. Informasi tersebut dilaporkan surat kabar Bangladesh, Dhaka Tribune.

x|close