India Bakal Lepas Buaya dan Ular Berbisa untuk Amankan Perbatasan Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Foto bendera India. Ilustrasi - Foto bendera India. (ANTARA/Shutterstock)

Ntvnews.id, New Delhi - Pemerintah India tengah mengkaji strategi pengamanan yang tidak lazim untuk menjaga wilayah perbatasannya. Otoritas setempat mempertimbangkan opsi melepas buaya dan ular berbisa di sepanjang celah sungai yang berbatasan dengan Bangladesh.

Mengutip CNN, Senin, 13 April 2026, laporan Independent menyebut usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan internal oleh Border Security Force (BSF). Gagasan ini muncul karena pembangunan infrastruktur fisik di wilayah tersebut dinilai sulit dilakukan.

Selama ini, India telah menggelontorkan investasi besar untuk membangun pagar perbatasan. Namun, sekitar 20 persen wilayah masih belum tertutup. Dari total 853 kilometer area yang belum dipagari, sekitar 177 kilometer dinilai tidak memungkinkan untuk pembangunan permanen akibat kondisi jalur air yang berubah-ubah serta tingginya risiko banjir.

Rencana tersebut oleh pihak India disebut sebagai upaya menciptakan hambatan biologis atau biological barrier. Dokumen internal tertanggal 26 Maret 2026 menunjukkan bahwa markas besar BSF meminta unit di lapangan untuk menilai kelayakan operasional dari rencana tersebut.

Baca Juga: Harga Plastik Melonjak, Mendag Cari Pasokan Bahan Baku ke Afrika Hingga India

Sejumlah laporan media seperti The Times dan Northeast News menyebut diskusi terkait wacana ini telah berlangsung sejak awal Februari dalam pertemuan yang dipimpin Direktur Jenderal BSF, Praveen Kumar.

Meski secara konsep dinilai bisa menjadi solusi, rencana ini masih berada pada tahap awal. Petugas di lapangan telah mengidentifikasi berbagai tantangan serius yang perlu dipertimbangkan.

Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi ancaman bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan perbatasan akibat keberadaan predator berbahaya tersebut. Selain itu, pengendalian pergerakan hewan di sistem sungai terbuka juga dinilai sulit dilakukan.

Para pakar satwa liar turut mengingatkan bahwa upaya mengumpulkan predator secara sengaja berisiko mengganggu keseimbangan ekosistem dan dapat menimbulkan dampak yang tidak terduga di masa depan.

x|close